suplemenGKI.com

Senin, 18 Januari 2010; Lukas 4:1-13

Tak diragukan lagi bahwa YESUS adalah Anak ALLAH karena ALLAH sendiri yang mengakuiNya (Lukas 3:21-22). Meski ALLAH mengakuiNya secara langsung bahwa YESUS adalah PutraNya, namun fakta bahwa DIA terlahir sebagai manusia juga ditegaskan oleh Lukas (pasal 3:23-38). Di situlah keistimewaan YESUS yang melalui pasal 4 ini akan menunjukkan meski DIA Anak ALLAH, DIA juga adalah Manusia yang mengalami pencobaan. Dan dalam posisiNya sebagai manusia yang mengalami pencobaan, DIA telah berhasil menunjukkan sikap IlahiNya yakni ketika akhirnya DIA menang melawan pencobaan itu dan tidak jatuh dalam dosa. Tentu sikap YESUS ini adalah sebuah “pola” yang seharusnya dimiliki orang-orang Kristen tatkala menghadapi pencobaan.

  • Dalam kisah pencobaan YESUS ini, modal utama apakah yang membuat YESUS sanggup menghadapi pencobaan? (Luk. 4:1)
  • Mengapa YESUS tidak bersedia mendemonstrasikan kuasaNya, bukankah DIA adalah Anak ALLAH yang berhak melakukan hal itu? (Luk. 4:4,8,12)

 

Renungan

            Dalam keberadaanNya sebagai manusia, TUHAN YESUS mengalami pencobaan iblis yang sangat berat. Ini memberi kita peringatan bagi kita bahwa selama kita hidup, sebagai manusia biasa kitapun pasti akan mengalami pencobaan. Di sisi lain, melalui peristiwa pencobaan yang dialami YESUS ini, kita mendapatkan penghiburan yakni sebuah kemenangan atas pencobaan itu. Bagaimanakah kemenangan itu dapat kita capai?

            Saat YESUS sedang berada di ambang garis pencobaan yang dipersiapkan iblis, YESUS sudah terlebih dahulu memiliki persiapan “extra” seperti dicatat dalam Lukas 4:1….”YESUS yang penuh dengan Roh Kudus…” Iblis adalah roh adanya. Jadi ketika kita menghadapi semua tipu daya dan pencobaannya, kita harus memiliki Roh yang jauh lebih kuat dan dahsyat dari roh Iblis, yakni Roh Kudus. Hidup dalam pimpinan dan ketaatan terhadap Roh Kudus setiap saat adalah modal utama kita untuk menghadapi serangan yang dilancarkan iblis atas kita, apapun bentuk serangan itu.

            Kemenangan YESUS juga sangat ditentukan oleh sikapNya, antara lain:

  • YESUS tidak mau tunduk kepada segala daya upaya iblis yang berusaha menakhlukkanNya. Karena kehadiranNya di dunia bukan untuk ditakhlukkan iblis melainkan untuk menakhlukkan iblis.
  • YESUS tidak tunduk pada iblis untuk mendemonstrasikan kuasa ALLAH. Karena pendemonstrasian kuasa ALLAH hanya ditujukan untuk meneguhkan iman orang-orang yang dilayaniNya agar mereka semakin mengenal ALLAH dengan benar.
  • YESUS tidak tunduk pada bujukan iblis agar mau memenuhi kebutuhan jasmaniNya. Karena YESUS sadar bahwa visi dan misiNya bukanlah hidup untuk menyenangkan diriNya sendiri melainkan menyenangkan hati BapaNya.

“Kemenangan melawan aneka cobaan dan godaan ditentukan oleh seberapa

kuat kita menyangkal diri sehingga tidak tergiur oleh provokasi iblis.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*