suplemenGKI.com

Kamis, 30 Oktober 2014

Mazmur 107:33-37

 

Pengantar

Pada umumnya manusia berharap bahwa kehidupan ini selalu tenang, damai dan bahagia tanpa ada  bencana alam. Namun kita tahu bahwa bencana alam juga adalah bagian dari kehidupan di alam semesta. Di manakah kuasa ALLAH saat bencana melanda? Marilah kita merenungkannya.

 

Pemahaman

 

  • Ayat 33-37 :  Mengapa Pemazmur menyandingkan karya TUHAN yang menghentikan dan membangun kehidupan alam? Pesan apakah yang ingin disampaikan melalui ayat-ayat ini?
  • Saat bencana melanda, mudahkah untuk tetap beriman bahwa kasih dan kuasa ALLAH sedang bekerja?

Alkitab menyaksikan bahwa ALLAH tidak hanya berkuasa atas umat tebusan-Nya, tetapi juga atas seluruh alam semesta ini. Catatan Alkitab tentang kisah penciptaan pertama sampai penciptaan baru nanti menunjukkan bahwa alam semesta berasal dari ALLAH,  milik ALLAH, dan berada di bawah kendali ALLAH. Ia berkuasa mengubah padang gurun menjadi tanah yang subur, sebaliknya tempat subur menjadi tandus. ALLAH yang mengatur irama perputaran alam. Kuasa-Nya dinyatakan di tengah-tengah samudera raya, di dalam aliran-aliran sungai dan padang gurun. Dalam berbagai keadaan alam TUHAN menunjukkan kuasa-Nya demi kebaikan umat-Nya. Melalui semua ini, Pemazmur hendak mengatakan bahwa hidup manusia tidak tergantung pada kebaikan alam tapi tergantung pada TUHAN.

Bila hidup manusia disandarkan pada kebaikan alam, maka ada saatnya manusia akan mengalami kesedihan dan keputusasaan sebab kondisi tanah yang subur bisa menjadi tandus, air yang berlimpah menjadi mengering serta bencana alam memporak-porandakan kehidupan. Sebaliknya bila hidup manusia disandarkan pada TUHAN maka saat paceklik, kering kerontang dan bencana melanda, mereka akan tetap bersyukur dan berpengharapan sebab kehidupan ini tidak dapat dihancurkan oleh krisis alam. Alam adalah ciptaan TUHAN dan karenanya dibawah kuasa TUHAN. Orang yang bersandar pada TUHAN akan beriman bahwa ALLAH sanggup mengubah tanah tandus menjadi subur, padang  kering menjadi kolam air. Bahkan saat bencana alam memporak porandakan, mereka percaya bahwa masih ada kuasa TUHAN yang bekerja, mengubah kehancuran alam menjadi kebaikan yang bisa dinikmati manusia. Kuasa dan kebaikan TUHAN dapat dirasakan oleh manusia di segala musim kehidupan. Orang yang selalu bersandar pada TUHAN akan selalu mampu mensyukuri tanda kebesaran dan kuasa TUHAN dalam kehidupan alam semesta apa pun musimnya.

Refleksi

Marilah merenungkan: Selama ini, sudahkah Anda menyandarkan hidup pada TUHAN ataukah pada kebaikan alam, kesuksesan pekerjaan dan kemapanan hidup?

 

Tekadku

Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu  menyandarkan hidup dan masa depanku dalam kuasa-Mu .

 

Tindakanku

Dalam segala musim kehidupan, aku akan selalu berpegang pada TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*