suplemenGKI.com

Rabu, 8 Mei 2013
Kisah 16:27-34 

Pengantar
Di sebuah perempatan jalan, traffic light sedang padam. Saat itu seorang anak muda sedang memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Tampaknya ia terburu-buru menuju tempat kerjanya. Si anak muda itu pun terus membunyikan klakson motornya. Tak sedikit pun ia mau mengalah dari kendaraan lain. Pikirnya: “Syukurlah lampu merah padam sehingga aku bisa lebih cepat tiba di kantor.” Namun apa yang terjadi? Ketika ia melewati perempatan itu, dari arah kanan meluncur pula sepeda motor lain dengan kecepatan tinggi sehingga terjadilah tabrakan. Maksud hati ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan namun yang didapat adalah kecelakaan.

Tak semua kesempatan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan diri pribadi. Dibutuhkan hikmat untuk memanfaatkan kesempatan dengan tindakan yang tepat. Apakah yang dilakukan Paulus dan Silas ketika TUHAN memberi kesempatan pada mereka untuk lari dari penjara saat pintu-pintu penjara terbuka? Marilah kita belajar dari kisah ini?

Pemahaman
• Ayat 27 : Mengapa kepala penjara hendak bunuh diri?
• Ayat 28 : Mengapa Paulus dan Silas tidak melarikan diri dari penjara walaupun kesempatan itu terbuka bagi mereka?
• Ayat 29-30 : Apakah yang menggetarkan hati kepala penjara sehingga ia menanyakan tentang jalan selamat?
• Ayat 31-34 : Mengapa kepala penjara dan keluarganya mau dibaptis?

Gempa yang menggoncang penjara adalah tanda kuasa TUHAN yang mampu membebaskan hamba-Nya. Saat melihat pintu-pintu penjara terbuka karena gempa, kepala penjara sangat terkejut dan takut karena sangkanya orang-orang hukuman akan lari. Ia akan dipersalahkan bahkan dihukum karena hal itu. Oleh karena itulah ia hendak bunuh diri. Syukurlah seruan Paulus menyelamatkan nyawa sang kepala penjara. Paulus dan Silas tetap berada dalam penjara sekalipun pintu-pintu penjara terbuka. Sikap Paulus dan Silas ini menunjukkan bahwa mereka adalah hamba-hamba TUHAN yang tidak mudah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ini juga menjadi tanda bahwa penjara tidak menjadi penghalang kuasa TUHAN yang bekerja dalam diri hamba-hamba-Nya.

Roh TUHAN memberi hikmat pada Paulus dan Silas. Mereka pun dipakai TUHAN untuk mengabarkan keselamatan dalam KRISTUS kepada kepala penjara. Hati kepala penjara sungguh digetarkan oleh kuasa TUHAN melalui sikap Paulus dan Silas. Ia merasakan kehadiran TUHAN yang menyelamatkan dalam diri Paulus dan Silas. Oleh karena itulah ia menanyakan kepada mereka tentang jalan keselamatan. Tampaknya kuasa TUHAN bukan hanya menggoncangkan dan membuka pintu-pintu penjara tapi juga menggoncang dan membuka pintu hati kepala penjara dan keluarganya. Akibatnya kepada penjara dan keluarganya percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS dan dibaptiskan.

Dalam kisah ini kita melihat kuasa TUHAN memampukan Paulus dan Silas mengabarkan keselamatan kepada kepala penjara dan keluarganya. Kita semua juga dapat dipakai TUHAN untuk membukakan hati orang-orang yang belum mengenal KRISTUS. Kita dapat dipakai TUHAN dalam segala situasi. Sekali pun di tengah kesulitan dan penderitaan, kita akan dimampukan TUHAN untuk bertindak dengan penuh hikmat sehingga menjadi berkat yang membawa selamat bagi orang lain.

Refleksi
Berdiam dirilah sejenak. Ambillah waktu hening. Ingatlah kembali perjalanan iman Saudara selama ini. Apakah Saudara telah menyerahkan diri untuk dipakai sebagai alat kuasa TUHAN yang menggetarkan dan membuka pintu hati setiap orang hingga mereka merindukan keselamatan?

Tekadku
TUHAN, mampukanlah aku menghasilkan tindakan iman yang memancarkan terang selamat bagi setiap orang.

Tindakanku
Aku akan memakai setiap kesempatan bukan untuk kepentinganku sendiri tapi untuk menyelamatkan orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*