suplemenGKI.com

Kamis, 23 Februari 2012

Mazmur 25:4-10

Pada suatu hari Minggu siang, seorang pengemudi mengemudikan mobil melintas di sebuah jalan raya . Pada waktu itu ia berada dideretan belakang mobil yang berjalan merambat. Ia melihat marka jalan di sebelahnya sepi dan kosong, maka ia mengarahkan kemudi ke kanan dan kemudian memacu kecepatan mobil melintasi jalan yang sepi itu. Dalam hati ia bertanya: “Mengapa orang-orang tak mau memilih jalan ini, bukankah jalan ini kosong dan sepi?” Sampai di persimpangan jalan, ia memacu kecepatan mobil untuk berjalan lurus dan tiba-tiba seorang polisi membunyikan peluit untuk menghentikannya. Ia kaget, tak tahu apa kesalahannya. Ia bertanya pada Pak Polisi:”Apa salah saya Pak?” Jawab polisi:” Anda melanggar marka jalan. Anda lihat rambu-rambu itu? Jalan ini hanya untuk kendaraan yang akan putar balik. Bila Anda mau lurus, seharusnya Anda memilih marka jalan yang di tengah. Si pengemudi tertegun, saking senangnya melewati jalan yang sepi, ia tak melihat rambu-rambu lalu lintas. Akibatnya ia harus membayar denda tilang.

Pernahkah Saudara salah memilih jalan dalam kehidupan ini? Kebanyakan orang lebih suka memilih jalan yang mudah dan memberi kenikmatan. Orang berkata: “ Buat apa pilih yang susah kalau ada yang mudah?” Kesenangan dan kenikmatan duniawi menggoda banyak orang untuk meninggalkan jalan kebenaran yang TUHAN tunjukkan. Bahkan Daud pun pernah tergoda dan terjatuh di jalan kenikmatan duniawi yang sementara. Bagaimanakah Daud merefleksikan pengalaman kegagalan di masa lalunya? Mari kita mendalami bacaan hari ini.

Pendalaman teks Alkitab

Ayat 4-7 : Apakah permohonan Daud kepada TUHAN?
Ayat 8-10 : Bagaimanakah penghayatan Daud terhadap karya TUHAN dalam kehidupan ini?

Renungan

Daud sadar bahwa TUHAN akan menyatakan kesetiaan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang mau hidup setia dan benar. Oleh karena itu Daud meminta agar:1. TUHAN memberitahukan dan menunjukkan jalan-jalan-Nya. 2. Ia dibawa untuk berjalan dalam kebenaran. 3. TUHAN mengajarnya. Mengapakah Daud menaikkan 3 permohonan itu? Permohonan itu sangat penting bagi Daud mengingat pengalaman masa mudanya. Ia pernah berdosa terhadap TUHAN namun TUHAN telah mengampuninya dan menunjukkan jalan pertobatan baginya. Pengalaman kegagalan hidup benar dimasa lalu mendorong Daud memohon agar hidupnya dijagai TUHAN hingga selalu berada di jalan TUHAN.

Sesungguhnya penting memiliki kesadaran bahwa kita membutuhkan TUHAN untuk menuntun dan menjaga perjalanan hidup kita agar tetap berada di jalan TUHAN. Selama kita hidup di dunia ini ada banyak godaan dan tawaran kenikmatan yang bisa membawa kita meninggalkan jalan TUHAN. Nafsu kedagingan, kesenangan duniawi seringkali dapat memikat hati kita.

Pernahkah Saudara jatuh dalam dosa dan kemudian berkata: “Saya khilaf” ? Kekilafan menunjukkan betapa lemahnya manusia menghadapi godaan kesenangan dosa. Kita butuh bantuan TUHAN untuk menjaga langkah kita agar tak mudah khilaf dan sesat, seperti lagu NKB 173: Kutak dapat maju sendiri

Melewati lembah air mata, jalanku gelap dan ngeri;
TUHAN, pimpinan-Mu ku dambakan
Ku tak dapat maju sendiri.

Refrein:
Ku tiada tahu jalannya, TUHAN, Engkaulah yang mengerti;
terangMu halau ketakutan, kutak dapat maju sendiri.

Hanya bersama TUHAN, kita tak salah memilih jalan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Next Post
»