suplemenGKI.com

KOTA ALLAH

30/06/2015

Rabu, 1 Juli 2015

Mazmur 48:1-9

Pengantar

Tiap kota memiliki ciri khas dan sifat utama kegiatan yang menonjol di dalamnya. Ada kota yang dianggap sebagai pusat pendidikan dan  kebudayaan seperti  Jogjakarta. Ada pula kota yang dikenal sebagai kota perdagangan, seperti Surabaya, Jakarta dan Medan. Apabila kita pergi ke kota-kota tersebut, segera kita akan merasakan suasana yang menjadi ciri khasnya. Dalam bacaan hari ini, kita mengenal sebutan “kota ALLAH” bagi Sion (Yerusalem). Apakah maksudnya? Marilah kita mempelajarinya.

Pemahaman

  • Ayat 2-3 : Mengapa Sion disebut  sebagai “kota ALLAH”?
  • Ayat 4-9 :Apakah ciri-ciri “ kota ALLAH”?

Mazmur ini dinyanyikan oleh kaum peziarah. Yerusalem adalah kesukaan semua orang Yahudi yang sejati, sebagai pusat agamanya dan pusat bangsanya. Mereka menyanyi, “ Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota ALLAH kita!” Mereka  memuliakan Sion, Yerusalem, sebagai “kota ALLAH”. Mazmur ini menggambarkan ciri-ciri kota ALLAH. Di dalamnya Tuhan dibesarkan dan dipuji (ayat 1). Kekudusan tertanam kokoh teguh bagaikan gunung menjulang tinggi (ayat 3). Kota itu dipenuhi oleh suasana kehadiran, pemeliharaan dan perlindungan ALLAH sendiri (ayat 4). Kebanggaan Israel adalah Yerusalem, ibu kota negara mereka, dan Bait ALLAH yang berdiri di Bukit Sion. Yerusalem dengan Bait ALLAH-nya adalah lambang kehadiran ALLAH sebagai Raja mereka. Selama Yerusalem dan Bait ALLAH-nya ada, maka mereka meyakini bahwa ALLAH juga hadir menyertai dan memberkati mereka (ayat 2-4). Oleh karena ALLAH hadir, memerintah, mewujudkan kekudusan-Nya  dan namaNya  ditinggikan, maka  kota itu akan berdaya tarik, berpengaruh baik dalam bidang politis maupun aspek-aspek kebudayaan lainnya.

Apakah saat ini kota kita juga bisa disebut sebagai kota ALLAH? Apakah  kehadiran, pemeliharaan dan perlindungan ALLAH dirasakan oleh semua orang yang ada di kota kita? Tentu ALLAH  hadir di kota kita namun belum tentu semua orang merasakan kehadiran ALLAH sebab pada kenyataannya pelbagai kejahatan, perilaku yang tidak bermoral dan pelbagai kondisi yang jauh dari damai sejahtera masih mewarnai kota-kota di pelbagai tempat di jaman ini.

Adalah tugas umat ALLAH untuk  menerangi kotanya dengan terang kehadiran ALLAH yang membawa damai sejahtera sehingga kehadiran dan kemuliaan ALLAH dikenal dan dirasakan oleh banyak orang.

Refleksi:

Dalam keheningan,  bayangkanlah Saudara sedang mengelilingi kota. Andai Saudara bertanya pada setiap orang yang Saudara jumpai: “ Apakah Anda merasakan ALLAH memerintah dan menguasai kota ini?” Kira-kira apakah jawaban mereka? Bila banyak orang tidak mengerti apa maksudnya, berarti mereka tidak merasakan kehadiran ALLAH yang  memerintah dan menguasai kota ini. Bila demikian, apakah hal konkret yang perlu Saudara lakukan?

Tekadku

Ya TUHAN, banyak hal yang tak berkenan di hati-Mu terjadi dalam kota kami. Tolonglah bangunkan kami untuk menjadi pemancar terang kehadiran dan kemuliaan-Mu  dalam hidup sehari-hari sehingga kota ini berkembang menjadi “kota ALLAH” yang penuh damai sejahtera.

Tindakanku

Aku akan menjadikan perilaku hidupku sebagai tanda kehadiran ALLAH yang dirasakan orang lain. Aku akan berjuang untuk membuat orang-orang di sekitarku  memuji TUHAN dengan sepenuh hati: “Besarlah TUHAN dan  sangat terpuji di kota kita!”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«