suplemenGKI.com

Konsekuensi Dosa

08/06/2010

Rabu, 9 Juni 2010; 2 Samuel 12:16-25

Ayat 16 dan 17 memberikan pemaparan tindakan Daud …”Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah. Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.” Perilaku yang sedang ditunjukkan Daud melalui kedua ayat tersebut menjadi sebuah kesungguhan pertobatan Daud di hadapan ALLAH.

Þ    Untuk apa Daud menunjukkan pertobatannya seperti itu?

Þ    Apa yang dilakukan ALLAH untuk menanggapi pertobatan Daud?

Þ    Menurut saudara, seseorang yang sudah bertobat apakah masih akan mengalami hukuman?

Renungan:

Sejak Daud tahu bahwa orang yang dimaksud oleh nabi Natan itu adalah dirinya sendiri, Daud tidak menunda waktu, dia bersegera untuk mengakui dosanya dengan setulus hati. Namun jika kita baca ayat 18, kita menemukan realita bahwa ”anak Daud yang dikandung Batsyeba tetap mati.” Padahal seperti kita ketahui dan baca dari ayat 16-17, Daud telah memohon dan meratap dengan sangat agar kematian anaknya itu tidaklah  terjadi. Daud bahkan berpuasa serta berdoa dengan tekun, dan semalam-malaman dia membaringkan diri di tanah. Itu adalah sikap Daud untuk menunjukkan kesungguhannya dalam merendahkan diri di hadapan ALLAH. Dari peristiwa ini, mungkin kita terpancing untuk bertanya,”Apanya yang kurang dari usaha Daud dalam memohon belaskasihan itu sehingga ALLAH tetap memberikan penghukumanNya?” Jika itu yang menjadi pertanyaan kita, maka kita perlu terus mengenali siapa ALLAH kita. ALLAH kita tidak pernah bergembira melihat anak-anakNya menderita, bahkan DIAlah yang rela menderita (di kayu salib) demi membuat kita, anak-anakNya bahagia (karena terlepas dari hukuman maut yang kekal). Jadi, ketika ALLAH mengijinkan anak Daud  yang dikandung Batsyeba itu mati, semuanya menjadi pembelajaran bagi kita bahwa dosa itu selalu menghasilkan akibat/konsekwensi logis yang harus ditanggung oleh setiap pelakunya.

Saat kita berbuat dosa dan memohon pengampunanNya, ALLAH telah mengampuni dosa kita dan DIA memberikan anugerah agar dosa yang kita perbuat itu tidak menyeret kita makin jauh dariNya sehingga kita jatuh dalam kebinasaan kekal. Namun sekali lagi, kita harus sadar bahwa ada konsekwensi logis atas dosa yang sudah kita lakukan di masa lampau. Tapi sekaligus ada berkat yang tersedia saat kita tidak berkutat pada rasa bersalah akibat konsekwensi dosa yang akhirnya kita tanggung, dan saat kita benar-benar bertekad untuk tidak mengulangi dosa itu (perhatikan kisah Daud di kemudian hari dalam 2 Samuel 12:24-25).

”Salah besar jika kita menganggap ALLAH masih menghukum kita padahal kita sudah mohon  ampun dan bertobat.

Sebab yang kita sebut sebagai hukuman ALLAH atas dosa kita itu sesungguhnya adalah konsekwensi logis atas dosa yang kita perbuat sendiri”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*