suplemenGKI.com

KETAATAN YANG SEJATI

19/02/2011

Seorang pemilik kuda menjadi kagum ketika mendapati bahwa kudanya sudah berubah. Kuda tersebut sebelumnya liar, jangankan ditunggangi didekati saja sudah melompat-lompat seolah-olah hendak melawannya. Namun ketika seorang pelatih kuda dipanggil, dan setelah pelatih tersebut berhari-hari bersama kuda tersebut, maka terjadilah perubahan itu.
Hewan tersebut, setelah dilatih beberapa waktu lamanya seakan memiliki watak yang baru. Jika sebelumnya “sikap” kuda tersebut seperti hendak berkata, “Pergilah, jangan ganggu aku.” Sekarang ketika sang pemilik datang mendekatinya, maka kuda tersebut seperti ingin berkata, “Apa yang dapat kulakukan untukmu? Kemanapun engkau suruh aku pergi, aku siap mengantarmu!” Tidak heran pemilik kuda tersebut lalu mengutarakan satu kalimat yang menarik. “Saya tidak tahu cara melatihnya, tetapi yang jelas kuda saya kini mempunyai cara pandang baru tentang kehidupan.”
Pemazmur di dalam Mazmur 32: 9 menyatakan, “Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.” Pemazmur mengungkapkan tentang proses ketaatan kepada Allah dalam suatu hubungan yang ditandai dengan adanya bimbingan dan kerelaan hati.
Ketaatan kepada firman Tuhan adalah hal yang sangat penting dan menentukan, bukan hanya memberikan jaminan pemenuhan akan janji-Nya melainkan juga menentukan kehidupan berjemaat kita. Namun melaksanakan perintah Tuhan belum dapat menjadi ukuran ketaatan yang sebenarnya. Ketaatan sejati adalah ketika seseorang melakukan firman Tuhan dengan didukung hati dan pikiran yang rela serta bersedia untuk melakukannya dengan tulus hati.
Tuhan sesungguhnya tidak ingin bertindak keras terhadap kita. Dia tentu juga tidak berkenan dengan kekerasan hati kita sehingga dibutuhkan “alat” kontrol dari luar agar kita menaati-Nya. Dengan kata lain Tuhan ingin agar kita benar-benar mengasihi-Nya. Hanya dengan benar-benar mengasihi-Nya kita mempunyai ketaatan yang sejati. Butuh waktu dan jelas tidak mudah untuk mencapai ketaatan yang sejati tersebut, namun kita bisa memulainya dari sekarang serta dari hal-hal yang kecil. Maukah kita bersama-sama belajar menjadi murid-murid Kristus yang memiliki ketaatan yang sejati?
TAPE

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«