suplemenGKI.com

Jumat, 19 Desember 2014

Lukas 1:26-38

Pengantar

Sepanjang sejarah Kekristenan, kita bisa menemukan banyak orang yang memiliki ketaatan dan kesetiaan kepada kehendak Tuhan. Bahkan ketaataan dan kesetiaan tersebut tidak jarang membuat mereka harus menanggung konsekuensi berat. Apakah yang menjadi salah satu kunci dari ketaatan dan kesetiaan mereka? Kisah Maria menjadi salah satu kisah yang akan memberikan pemahaman mengenai kunci untuk taat dan setia.

Pemahaman

  • Apa yang hendak dikatakan malaikat kepada Maria? (ayat 30-33)
  • Bagaimanakah reaksi Maria mendengar pernyataan dari Malaikat? (ayat 34; bandingkan dengan reaksi Zakharia pada Lukas 1:18)
  • Bagaimanakah jawaban Malaikat kepada Maria? (ayat 35-36; bandingkan dengan jawaban Malaikat kepada Zakharia)
  • Apakah yang dinyatakan Maria terkait dengan kehendak Allah tersebut? (ayat 38)

Malaikat Gabriel menghampiri Maria untuk memberitahukan bahwa Maria beroleh kasih karunia di hadapan Allah dan ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang harus ia namakan Yesus. Maria kemudian bertanya “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?” Reaksi Maria menunjukkan bahwa ia bukan seorang yang bodoh. Ia tahu bahwa ia belum bersuami dan tidak mungkin baginya untuk bisa mengandung. Belum lagi konsekuensi di tengah masyarakat dimana ia akan dituduh melakukan suatu tindakan perzinahan. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat dia meragukan kehendak Tuhan seperti Zakharia, yang meminta tanda kepada Malaikat. Reaksinya lebih kepada sebuah pertanyaan untuk lebih memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan tersebut. Berbeda dengan Zakharia, dimana Malaikat memberikan tanda berupa kebisuan Zakharia, terhadap Maria, Malaikat menjelaskan bahwa kuasa Allah yang menaunginya akan menyebabkan ia hamil. Maria kemudian berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Pernyataan Maria bahwa “aku ini adalah hamba Tuhan” menunjukkan kerendahan hatinya dimana ia memposisikan dirinya sebagai seorang hamba yang harus mematuhi Tuannya. Maria sadar bahwa ia menghadapi sebuah misteri yang tak terpahamitetapi ia menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada apa yang menjadi kehendak Tuhan, yang adalah Tuannya.

Refleksi

Renungkanlah mengenai peran hamba dan tuan. Bagaimanakah sikap Anda selama ini kepada Tuhan? Apakah Tuhan sudah sungguh-sungguh menjadi tuan Anda dan Anda hamba-Nya?

Tekadku

Ya Tuhan, berikanlah aku kerendahan hati untuk mau melakukan apa yang menjadi kehendak-Mu sekalipun aku tahu ada konsekuensi yang harus kuhadapi.

Tindakanku

Aku akan mencoba melakukan 1 kehendak Tuhan yang mengandung konsekuensi yang tidak mudah untuk ku jalani.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*