suplemenGKI.com

Kamis, 18 Desember 2014

Lukas 1:5-24

Pengantar

Ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan dimulai dari kepercayaan kepada apa yang menjadi kehendak-Nya. Seringkali keraguan membuat kita menjadi orang yang tidak taat dan setia pada apa yang menjadi kehendak Allah. Melalui perenungan kisah Zakharia dan Elisabet dalam Lukas 1:5-24, kita akan mencoba merenungkan makna keraguan dalam dalam kesetiaan dan ketaatan kita kepada Allah.

Pemahaman

  • Bagaimanakah Injil Lukas menggambarkan Zakharia dan Elisabet? (ayat 5-7)
  • Apakah yang dikatakan Malaikat kepada Zakharia (ayat 13-17) dan mengapa Zakharia menjadi ragu (ayat 18)
  • Apa yang terjadi pada Zakharia ketika ia meragukan perkataan Malaikat itu? (ayat 19-22)

Zakharia adalah seorang imam sedangkan Elisabet berasal dari keturunan Harun (keturunan imam). Mereka digambarkan sebagai orang yang benar dan taat di hadapan Allah. Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Zakharia ketika ia sedang menjalankan tugas keimamannya di Bait Suci. Malaikat mengatakan bahwa doanya telah dikabulkan dan Elisabet akan melahirkan seorang anak yang bernama Yohanes. Zakharia menjadi ragu karena merasa bahwa hal tersebut tidak mungkin mengingat ia dan Elisabet sudah berumur lanjut. Karena keraguannya, Zakharia menjadi bisu. Kebisuan Zakharia menyebabkan ia tidak bisa menyelesaikan tugas keimamannya dengan maksimal padahal banyak orang yang menantinya di luar Bait Suci.

Belajar dari kisah Zakharia dan Elisabet, keraguan seringkali muncul di dalam proses kita untuk taat dan setia kepada Tuhan. Sekalipun kita mengaku bahwa kita taat dan setia, ada saja kondisi-kondisi yang menyebabkan kita ragu dan sulit mempercayai dan melakukan kehendak Tuhan. Akibatnya, sama seperti Zakharia, kita menjadi tidak maksimal dalam menjalani pelayanan kita. Di masa Adven ini, kita kembali diajak untuk melihat bahwa sebagai manusia, sekalipun ada keraguan bagi kita untuk menaati apa yang menjadi kehendak Tuhan tetapi kita harus senantiasa belajar untuk mempercayai kehendak Tuhan dalam hidup kita sekalipun hal tersebut sulit untuk dilakukan.

Refleksi

Renungkanlah hal-hal yang membuat Anda ragu untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Apakah Anda mau belajar untuk melakukan kehendak Tuhan di tengah keraguan Anda?

Tekadku

Ya Tuhan, ajarlah aku di tengah keraguanku untuk mau mempercayai kehendak-Mu yang mungkin selama ini sulit untuk kulakukan.

Tindakanku

Setiap pagi aku akan berkata: “Ayo jangan ragu;  taat dan setialah selalu!”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*