suplemenGKI.com

BACAAN: YOHANES 20: 19-31&KISAH PARA RASUL 2: 14, 21-32

Ketika musim gugur tiba, beberapa anak laki-laki mengumpulkan banyak kepompong yang mereka temukan di sebuah rawa. Mereka menggantung semua kepompong tersebut di tempat yang sejuk selama musim dingin. Kepompong-kepompong tersebut nampak kering, kotor dan nyaris tanpa bentuk. Ketika musim semi, mereka memindahkan kepompong-kepompong itu dan menempatkannya di suatu tempat yang berlimpah cahaya matahari. Tidak lama kemudian muncul makhluk yang sangat indah! Mereka segera menebarkan pesona keanggunannya ketika sayap-sayap mereka mulai terkembang. Anak-anak itu nyaris tidak berkedip saat menyaksikan sayap-sayap selembut sutera yang beraneka warna tersebut mulai dikepak-kepakkan dan kemudian dengan pelahan mereka terbang!
Para murid Yesus yang nampaknya setia mengikut Dia selama pelayanan-Nya, ternyata memiliki catatan yang sungguh tidak membanggakan, khususnya saat Yesus mulai ditangkap, didakwa dengan berbagai tuduhan palsu. Bahkan Petrus menjadi tidak punya nyali sama sekali dan menjadi pengecut yang menyangkal Yesus sampai 3 kali!
Yudas bahkan menjadi dalang penangkapan Yesus demi 30 keping perak. Tidak ada perlawanan yang ajaib dari sang Guru. Dan akhirnya sejarah Yudas berhenti di tiang gantungan yang dia buat untuk dirinya sendiri!
Setelah peristiwa penyaliban maupun terlebih sesudah Yesus wafat, maka para murid makin dicekam ketakutan. Jika tidak ada campur tangan-Nya yang ajaib maka mereka akan tetap menjadi sekumpulan pengecut yang tidak bisa bertindak apapun selain bersembunyi. Dan perjumpaan mereka dengan Yesus di ruangan tertutup tersebut menjadi titik balik yang pertama dalam hidup mereka. Bagian ini menjadi sangat menarik ketika ditulis dua kali. Pertama para murid berkumpul tanpa Thomas, dan yang berikutnya Dia hadir saat Tomas ada bersama mereka.
Titik balik yang kedua tercatat terjadi di Kisah Para Rasul pasal yang kedua. Bagian ini mencatat terjadinya peristiwa Pentakosta. Saat itu hadir banyak orang Yahudi yang datang dari segala bangsa, dan oleh Tuhan para rasul diijinkan berbicara dalam bahasa mereka masing-masing! Tidak berhenti sampai disitu, para rasul bahkan berani tampil di depan orang banyak tersebut. Petrus tanpa ragu-ragu berdiri dan berbicara dengan lantang di depan mereka semua yang hadir, dan bukan tidak mungkin ada diantara mereka para pemimpin Yahudi. Para rasul tersebut menjadi orang yang sama sekali berbeda dari sebelumnya!
Bagian-bagian Alkitab tersebut bermuara pada satu hal, yaitu perjumpaan dengan Kristus yang bangkit adalah perjumpaan yang mengubah hidup dan kehidupan murid-muridNya. Peristiwa Paskah tidak akan menjadi istimewa jika para murid tidak mengalami perjumpaan dengan Yesus yang sudah bangkit. Sebaliknya, perjumpaan para murid dengan Yesus yang bangkit, menjadikan peristiwa Paskah bukan sekedar momen yang biasa. Disitulah kebangkitan Yesus menjadi terasa sangat bermakna.
Kita semua orang percaya yang menjadi bagian dari gereja di masa kini, jelas hidup berdasarkan iman terhadap pemberitaan para murid yang telah melihat langsung kebangkitan Yesus. Masalahnya adalah apakah iman yang muncul tersebut dapat menghasilkan perubahan yang positif di dalam kehidupan kita, jika kita mengabaikan adanya perjumpaan pribadi dengan Yesus yang sudah bangkit sekitar lebih dari 2000 tahun yang lalu itu?
Perjumpaan pribadi bukanlah hal yang mustahil, sebab Tuhan Yesus senantiasa ada dan membuka hati-Nya untuk kita. Masalahnya adalah apakah kita mau membuka hati dan diri kita terhadap undangan-Nya tersebut? Apakah Anda tetap bersikukuh menjadi kepompong atau rindu menjelma menjadi kupu-kupu Andalah yang harus memutuskannya!
(TAPE)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*