suplemenGKI.com

Minggu, 20 November 2011

Matius 25:31-46

Bacaan ini merupakan penggambaran dari penghakiman terakhir yang merupakan penghakiman universal bagi semua bangsa. Dalam takhta kemuliaan-Nya, kehadiran ANAK MANUSIA yang memisahkan domba dan kambing membawa sebuah penilaian yang di luar dugaan.
Pendalaman Teks
1. Siapakah yang dikategorikan sebagai kambing?
2. Siapakah yang dikategorikan sebagai domba?
3. Apakah dasar penilaian pemisahan kambing dan domba?

Renungan

Di hadapan hadirat TUHAN yang mulia akan terbuka kehidupan manusia dalam segala keadaannya. TUHAN melihat iman yang mewujud pada kepedulian bagi mereka yang membutuhkan sentuhan kasih secara nyata. Yang diinginkan TUHAN adalah kemuliaan-Nya dirasakan oleh semua manusia termasuk mereka yang menderita. Oleh karena itu setiap orang percaya yang telah menikmati kemuliaan TUHAN memiliki tanggungjawab menyentuh mereka dengan kemuliaan hati TUHAN. Memberi makan orang yang lapar, memberi tumpangan kepada orang yang tidak punya rumah, memberi pakaian bagi yang telanjang, menghibur yang sakit, mengunjungi yang di penjara adalah tindakan-tindakan kasih yang menghadirkan kemuliaan ALLAH secara nyata.

Kemuliaan ALLAH mendatangkan kebahagiaan bagi setiap orang percaya dan setiap orang menderita yang disentuh oleh orang percaya.

Kelompok kerja Reflecta dalam buku” Vitamin Penyegar Jiwa” menceritakan tentang kebahagiaan Ibu Theresa, seorang anak TUHAN yang gigih menghadirkan kemuliaan TUHAN di tengah penderitaan. Inilah kisahnya:

“Ibu Theresa menjawab panggilan TUHAN ketika umurnya masih belasan tahun. Di dalam dirinya terdapat suatu tantangan yang besar untuk menjadi misionaris dengan mempersembahkan seluruh hidupnya untuk mengajar di India. Akhirnya ia mendapat tugas untuk bekerja di Calcutta. Beberapa bulan kemudian, Ia menyaksikan sesuatu yang secara radikal telah mengubah pandangan hidupnya sehingga telah membuat namanya menjadi tenar di seluruh dunia.

Apakah yang ia lihat pada waktu itu? Seorang tunawisma, wanita yang sedang sekarat, tidur telentang di dalam sebuah got, sedang tubuhnya digerogoti tikus-tikus. Didorong perasaan iba dan kasih sayang, ia berhasil mendapatkan sebauh bangunan ibadah Hindu dari pemerintah untuk diubah menjadi markas perawatan bagi mereka yang sudah sekarat.

Pernyataannya merupakan dorongan hidupnya. “ Bila ada ALLAH di Sorga dan KRISTUS yang kita kasihi, tidak seharusnya seseorang mati tanpa seorang pendamping.” Beberapa waktu yang lalu, wanita ini telah berhasil mendirikan pusat rehabilitasi untuk 10.000 penderita penyakit kusta yang tersebar di 28 kota.

Malcolm Muggeridge dari BBC News telah mewawancarainya dan menanyakan,” Ibu Theresa, aku telah mengamati bahwa Ibu serta tim Ibu kelihatannya selalu bahagia. Apakah hal ini sesuatu yang dibuat-buat? Ibu Theresa menjawab, “ Oh sama sekali tidak! TIDAK ADA SESUATU YANG DAPAT MEMBAHAGIAKAN ANDA DARIPADA BILA ANDA DAPAT MENYENTUH SESEORANG DENGAN KASIH SAYANG SAAT IA SEDANG MENGALAMI KEPEDIHAN YANG AMAT SANGAT.”

Kebahagiaan saat dilingkupi kemuliaan TUHAN adalah kebahagiaan yang mewujud dalam kepedulian 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*