suplemenGKI.com

Keluaran 17 : 1- 7
Suatu ketika seorang majelis jemaat berkunjung ke rumah jemaat yang berprofesi sebagai pedagang buah. Dalam perbincangan mereka, si pedagang buah menceritakan keluh kesahnya, dagangannya sepi, keuntungannya sedikit dan lain sebagainya. Ketika sang majelis bertanya, berapa keuntungan paling sedikit dalam sehari ? Si pedagang menjawab sekitar Rp.500 ribu. Maka si majelis langsung menyanggah, lho pak sehari paling sedikit untung Rp.500 ribu kok mengeluh. Seharusnya bapak bersyukur setiap hari diberkati Tuhan cukup banyak, coba bapak perhatikan diluar sana banyak orang yang hanya menerima Rp. 50 ribu saja tiap hari, tapi mereka tidak mengeluh. Dewasa ini banyak orang kristen yang mengeluh dan bersungut-sungut ketika pekerjaannya, usahanya tidak memberi keuntungan besar. Sama seperti bangsa Israel ketika dalam perjalanan di padang gurun, dipenuhi dengan keluan dan sungut-sungut. Sebenarnya Tuhan selalu menuntun dan menyatakan pemeliharaanNya. Kepada mereka, di Mara dan di Elim Tuhan membuat mujizat air pahit menjadi manis (Kel 15:22-27). Sedangkan di padang gurun sin Tuhan menyatakan pemeliharaanNya dengan memberi manna ( Roti surgawi) dan burung puyuh (Kel 16 ). Dua peristiwa tersebut diawali oleh keluhan dan sungut-sungut. Seharusnya melalui peristiwa tersebut. Mereka belajar bergantung kepada Tuhan sang pemelihara kehidupan. Namun ketika mereka tiba di Rafidim dan disana tidak ada air mereka kembali bersungut-sungut (17:2) bahkan mereka bertengkar melawan Musa dan Tuhan. Seharusnya mereka bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan memelihara mereka yang terus berlangsung dalam kehidupan mereka. Seharusnya mereka juga tidak perlu kuatir terhadap apapun yang terjadi dalam perjalanan mereka karena Tuhan bersama mereka. Namun ketika mereka mengalami kesulitan mereka kembali bersungut-sungut. Mengapa mereka bersungut-sungut ?
1. Keluhan dan sungut-sungut merupakan pertanda bahwa mereka tidak bisa mengucap syukur terhadap berkat Tuhan.
2. Keluhan dan sungut-sungut merupakan pertanda bahwa mereka kurang percaya kepada Tuhan.
3. Keluhan dan sungut-sungut merupakan pertanda bahwa mereka tidak bersedia hidup dalam pembentukan Tuhan.
Sebagai umat Tuhan kita harus memiliki sikap yang sebaliknya yaitu :
1. Selalu mengucap syukur kepada Tuhan atas setiap berkat yang Tuhan berikan.
2. Percaya kepada Tuhan. Sang pemelihara kehidupan.
3. Rela hidup dalam pembentukan Tuhan.

Dengan demikian kita akan menjadi keluarga yang betumbuh dalam pemeliharaan Tuhan. Amin.

— Ng. –

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*