suplemenGKI.com

Matius 18: 15a

Pada suatu hari sebuah mobil tertabrak kereta api. Pengendara mobil itu terluka parah. Kecelakaan ini terjadi karena si pengendara nekad melewati perlintasan rel kereta api sekalipun telah melihat ada kereta api yang akan lewat. Pikirnya, kereta api masih jauh, lagi pula tidak ada palang penutup yang menghalanginya. Setelah sembuh, pengendara itu berkata: “Andaikan di perlintasan kereta api itu ada palang penutup perlintasan yang berfungsi, pastilah saya tidak celaka”.
Sesungguhnya palang penutup perlintasan kereta api berfungsi menghentikan langkah orang yang akan melintasi rel kereta api pada saat yang tidak diperkenankan. Palang penutup itu adalah penyampai suara kebenaran yang ingin menyelamatkan para pengguna jalan.
Dalam kehidupan sehari-hari kita melihat tidak sedikit orang yang hidup tidak benar; suka nekad melakukan kesalahan dan dosa. Mereka tahu bahwa yang dilakukannya salah tapi ia tetap nekad melakukannya. Bahkan mungkin orang-orang yang sangat dekat dengan kehidupan kita: suami, istri, anak, saudara, orang tua, teman akrab, sahabat karib dan tetangga kita sedang menjalani hidup yang demikian. Sudahkah kita menjadi palang penyampai kebenaran yang menyelamatkan mereka?
Dalam Matius 18:15a, TUHAN YESUS berkata: “Apabila Saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata”. TUHAN YESUS mengajarkan kepada kita untuk berani menegor orang lain secara bijak. Kita bertanggungjawab meluruskan jalan orang yang tidak benar; memberitahukan hidup yang benar kepadanya. Bila kita tidak menginginkan mereka celaka, maka kita harus berani menjadi palang penyampai kebenaran. Inilah tugas panggilan yang diberikan TUHAN kepada kita.
Di bulan keluarga, kita diingatkan untuk mengobarkan kembali kasih kita sebagai sebuah keluarga. Kita bukan hanya berada dalam keluarga secara biologis tapi juga keluarga umat beriman di dalam tubuh KRISTUS. Kita adalah saudara dan saudari yang hidup saling mengasihi.
Kasih kita kepada saudara dan saudari mesti diwujudkan dengan menyelamatkan mereka dari celaka. Sesungguhnya orang yang berada dalam dosa atau kehidupan yang tidak benar, ia sedang mengantarkan dirinya untuk mengalami celaka. Adakah kasih yang besar di hati Saudara ? Tunjukkan dengan berani menjadi palang penyampai kebenaran yang menghentikan langkah mereka yang menjalani hidup tidak benar. Amin. (sAp)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*