suplemenGKI.com

(Bilangan 11:4-6, 10-16, 24-29)

Ada seorang anak kelas enam SD, ia akan menghadapi ulangan di sekolahnya. Rupanya ia tidak begitu siap untuk menghadapi ulangan itu, sehingga ia berencana untuk membolos sekolah. Rencana si anak itu diketahui oleh ke dua orang tuanya. Sang ayah bertanya “Mengapa harus membolos hanya karena merasa tidak siap menghadapi ulangan?” Sang anak menjawab: “Saya takut nanti tidak bisa menjawab soal-soal ulangan dan saya malu pada teman-teman” Sang ayah kemudian menjawab: “Oh, itu masalah sederhana nak, hari ini baru hari Rabu, ulangannya kan hari Jumat. Jadi mulai sekarang papa akan membantu sebisa papa” Dalam waktu yang bersamaan sang Ibu keluar dari dapur dan berkata “Iya nak, untuk sementara tidak perlu membantu mama di belakang, supaya konsentrasi belajar sama papa ”. Mendengar komitmen dan dukungan dari sang Ayah dan Ibu, si anak menjadi bersemangat dan bertekad untuk belajar dengan giat bersama sang ayah dan mengurungkan niat untuk membolos.
Kitab Bilangan pasal 11, intinya berbicara tentang sungutan orang Israel ketika mereka berada di padang gurun. Secara fasilitas memang mereka serba kekurangan bila dibandingkan ketika mereka berada di Mesir, makanan melimpah walaupun statusnya budak Mesir. Itu menjadi alasan mereka bersungut-sungut kepada Musa (Bil. 11:5-6) Sebagai manusia biasa walaupun ia dipilih oleh Allah, Musa bisa frustrasi dan putus asa oleh tingkah polah umat Isreal. Kefrustrasian itu membuat Musa memprotes kepada Allah, bahkan minta mati kepada Allah (Bil 11:10-16). Keadaan Musa sungguh memprihatinkan, segala keluh-kesah, sungut-sungut umat Israel ditimpakan ke pundaknya. Dalam kondisi demikian Musa sangat membutuhkan dukungan. Allah yang telah memilihnya tidak tinggal diam. Segera Allah berfirman kepada Musa untuk mengumpulkan para tua-tua Isreal, kemudian mengurapi mereka sehingga menjadi seperti nabi walaupun hanya untuk sementara (11:25) Tujuan Allah mengurapi para tua-tua adalah agar mereka dapat mendukung pelayanan Musa sehingga beban yang ditanggung oleh Musa menjadi lebih ringan (Bal 11:27-30)
Dalam Markus 9:38, kita menjumpai ada orang yang bukan termasuk pengikut Yesus, namun keberadaannya telah mendukung pelayanan para pengikut Yesus, Yesus dengan tegas berkata “Jangan kamu cegah dia!” Memang dia bukan termasuk dalam bilangan ke dua belas murid Yesus, tetapi orang itu telah nyata mempercayai Yesus dengan mengusir setan demi nama Yesus. Itu sebabnya Yesus melanjutkan pernyataan-Nya “Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku” (Mark 9:39-40). Dalam Yakobus 5:13-20, semakin jelas mengajar kepada kita, agar kita mendukung orang yang menderita atau sakit dalam doa yang sungguh-sungguh. Bahkan jika kita menjumpai ada saudara kita yang menyimpang dari kebenaran atau berbuat dosa, kita harus menolongnya untuk segera berbalik dari penyimpangan dan keberdosaan itu kemudian membawanya kembali kepada kebenaran.
Dalam sebuah keluarga juga dalam bergereja, tidak semua anggota keluarga maupun anggota gereja adalah terdiri dari orang-orang yang kuat, hebat dan kebal terhadap kelemahan, kesulitan dan pergumulan. Kita selalu akan menjumpai ada anggota keluarga maupun anggota gereja yang jatuh bangun dalam masalah. Mereka yang demikian sangat membutuhkan dukungan, pertolongan dan perhatian. Tuhan memanggil kita untuk mendukung, menolong dan memperhatikan mereka dengan sungguh-sungguh. Galatia 6:2 mengatakan “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Mari kita saling mendukung, menolong dan memperhatikan satu sama lain, baik dalam lingkup keluarga maupun dalam lingkup bergereja, dengan demikian kita belajar memenuhi hukum Kristus. Amin. (aNdA)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*