suplemenGKI.com

- Markus 8: 27-38 -

Pada saat Yesus beserta murid-muridNya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi, di tengah jalan Yesus bertanya kepada murid-muridNya tentang siapakah Dia menurut perkataan orang-orang yang didengar para murid.  Pada saat itu muncul beberapa jawaban, ada yang mengatakan Yesus adalah Yohanes Pembaptis, ada yang mengira Dia adalah Elia atau bahkan seorang dari para nabi.  Tidak ada yang menyebut dan mengakui Yesus adalah Mesias pada saat itu. Hal itu bisa terjadi karena beberapa alasan, yang paling kuat adalah karena orang-orang pada saat itu menolak Yesus mengakui diriNya adalah Anak Allah, Mesias, atau juga mungkin karena faktor ketidakpercayaan dan juga mungkin ada diantaranya yang kurang pengetahuan tentang kehadiran Yesus pada saat itu. Tetapi Petrus dengan yakin dan tegas berkata, “Engkau adalah Mesias!”  Ini pasti bukan sekadar celetukan spontan dari Petrus, tetapi merupakan pekerjaan Allah dalam diri Petrus dan lahir dari pengenalan terhadap Yesus selama Petrus mengikut Dia.

Menyimak kisah di atas, andaikata pertanyaan yang sama ditujukan kepada kita, “Kata orang, siapakah Aku ini?”, apakah jawaban kita? Dan bagaimana pula cara kita menjawab? Adakah kita dapat menjawab dengan yakin dan berani, “Yesus adalah Mesias”, walaupun kita sedang hidup dalam keragaman opini dan pengakuan orang-orang di sekitar kita tentang pribadi Yesus. Orang mungkin bukan mengatakan Yesus itu Elia atau Yohanes Pembaptis, tapi mungkin orang-orang di sekitar kita akan mengatakan Yesus itu manusia biasa, Yesus itu adalah ciptaan sama seperti kita, atau Yesus itu hanya manusia biasa yang derajatnya paling tinggi di antara ciptaan yang lain. Dengan semua opini yang orang-orang bangun tentang Yesus, maka kita sebagai umatNya, yang sudah bergaul akrab dengan Yesus, sama seperti Petrus dan murid-murid Yesus, seharusnya keyakinan dan pengakuan kita akan siapa Dia tidak boleh tergoyahkan, bahwa Ia adalah Mesias, Anak Allah.

“Siapakah Yesus?”, bagaimana pula jika pertanyaan seperti itu ditanyakan bukan oleh orang lain yang jauh dari kita, tetapi justru ditanyakan oleh anak-anak kita atau keluarga kita? Tentu kita akan menjawab, Yesus adalah Mesias. Tetapi janganlah anak-anak kita atau anggota keluarga yang setiap hari bertemu dan berkumpul dengan kita dibuat bingung dengan sikap hidup kita yang tidak mencerminkan bahwa Yesus adalah Mesias bagi kita. Ketika kita  diingatkan akan pengakuan iman kita bahwa Yesus adalah Mesias, maka itu berarti seluruh cara hidup kita: pikiran, perkataan, perbuatan, pekerjaan, studi kita harus mendukung pengakuan iman kita tersebut, bahwa Ia adalah Mesias dalam hidup kita, bukan hanya dalam bibir saja. Dengan demikian, setiap orang yang mendengar pengakuan kita akan dapat lebih mudah mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias, sebab seluruh hidup kita persembahkan untuk meninggikan Dia. Tunjukkan kepada keluarga Anda bahwa Dia benar-benar adalah Mesias Anda, bukan kata orang, tetapi bagi Anda, dan juga bagi keluarga Anda.

(sunflow)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Next Post
»