suplemenGKI.com

Senin, 3 September 2012
Yesaya 35:4-7

Persoalan hidup dapat menghantam kehidupan manusia sampai membuat manusia tak berdaya. Ada banyak persoalan dalam hidup ini yang membuat kita menjadi gentar, takut dan putus asa. Apabila himpitan dan tekanan persoalan menindih Saudara, apakah yang Saudara rasakan? Mari kita berrefleksi melalui renungan hari ini!

Pendalaman Teks Alkitab  

• Siapakah yang dimaksud dengan “orang yang tawar hati “ dalam ayat 4? Mengapa mereka tawar hati?
• Kekuatan dan penghiburan seperti apakah yang dipakai Yesaya untuk menguatkan mereka yang tawar hati? (ayat 4b-7a)
• Pernahkah Saudara tawar hati? Apakah yang Saudara lakukan sehingga dapat berpengharapan kembali dalam hidup ini?
• Jika menjumpai orang yang sedang tawar hati, apakah yang Saudara lakukan?

Renungan

Bacaan hari ini adalah bagian dari kisah pergumulan rakyat kerajaan Yehuda di sekitar tahun 700 SM. Pada waktu itu mereka harus berjuang menghadapi ancaman dari kerajaan Asyur yang sedang mengembangkan wilayah kekuasaannya. Keadaan umat pada waktu itu digambarkan seperti berada dalam keadaan kering seperti di padang gurun, padang kering dan padang belantara ( ayat 1). Ini adalah gambaran hidup yang penuh kesulitan dan ancaman dari musuh. Menghadapi semua itu mereka menjadi mereka tawar hati (sedih, gentar dan takut). Oleh karena itulah Yesaya menggemakan nubuat tentang pertolongan dan keselamatan yang akan diberikan TUHAN bagi umat-Nya.

Yesaya menguatkan mereka dengan berita bahwa ALLAH sendiri akan segera datang menyelamatkan umat-Nya dari situasi sulit ini. Umat hanya diminta taat, tidak bimbang dan tidak takut dalam menantikan keselamatan itu. Yesaya menegaskan bahwa karya keselamatan ALLAH itu akan dirasakan secara nyata oleh mereka yang sedang menderita. Untuk menggambarkan betapa dahsyatnya kuasa ALLAH yang menyelamatkan, Yesaya memberitakan bahwa orang-orang yang cacat fisik secara permanen pun diselamatkan oleh pertolongan TUHAN. Orang buta, tuli, lumpuh dan bisu akan disembuhkan. Orang-orang Yahudi memandang cacat-cacat seperti itu tak tersembuhkan lagi. Oleh karena itu orang-orang cacat ini disebut sebagai orang yang tak mampu berbuat apa-apa. Sepanjang hidupnya mereka hanya menggantungkan diri pada belas kasihan orang lain.

Yesaya memberitakan bahwa ALLAH dengan karya keselamatan-Nya akan memulihkan kehidupan yang menyedihkan ini sehingga kehidupan mereka penuh gairah dan sukacita. Kehidupan mereka yang seperti tanah pasir dan tanah gersang akan diubah menjadi seperti kolam dan sumber air, penuh dengan harapan dan sukacita sehingga mereka bisa seperti rusa yang lincah melompat kegirangan. Mereka merasakan tidak akan ada lagi ancaman-ancaman yang menakutkan. Hal itu digambarkan dengan bergantinya tempat hidup serigala menjadi tempat tumbuh tebu dan pandan.

Berita karya keselamatan yang akan diberikan ALLAH kepada umat-Nya ini sungguh menguatkan dan menghibur mereka. Hati mereka yang tawar menjadi dikuatkan dan diberikan pengharapan baru. Hanya TUHAN-lah sumber pengharapan bagi tiap orang yang sedang tawar hati.

Apakah Saudara sedang tawar hati? Manakala persoalan hidup menghantam kita seperti gelombang pasang, jangan menghadapinya dengan kekuatan sendiri sebab kekuatan kita terbatas. Bila kita menghadapinya sendirian maka akan gampang diliputi kegentaran dan ketakutan bahkan merasakan tak ada lagi pengharapan. Saat merasakan tiada pengharapan, ingatlah bahwa kita tak berdaya tanpa ALLAH. Percayalah ada kekuatan dan karya keselamatan TUHAN yang dapat kita harapkan.

Manakala Saudara lelah dalam pergumulan hidup,

temukan kelegaan di dalam TUHAN!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*