suplemenGKI.com

Sabtu, 10 Oktober 2015

Markus 10:17-27

Pengantar

Hidup penuh dengan berbagai pilihan. Kalau boleh memilih, mungkin kita hanya memilih hidup yang nyaman, tanpa liku-liku. Bahkan ketika kita ditanya ingin kaya atau miskin, pasti jawaban yang dipilih adalah ingin kaya. Bukan jawaban yang salah, namun kita harus memiliki tujuan yang jelas mengapa ingin jadi orang kaya. Bukan pula suatu larangan untuk menjadi kaya. Namun yang perlu dipahami adalah bagaimana kita memahami kekayaan bukan sekedar materi yang didapat, tapi kekayaan sejati yang selalu diam dalam hidup kita.

Pemahaman

  • Ayat 17          : Apa pertanyaan yang diajukan oleh orang muda tersebut kepada YESUS?
  • Ayat 18-20    : Bagaimana respon YESUS dan respon pemuda tersebut?
  • Ayat 21-22    : Bagaimana cara YESUS membuka pikiran orang muda tersebut untuk memahami kekayaan yang sesungguhnya?
  • Ayat 23-27    : Apa makna “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk dalam kerajaan surga”.

Sukses di usia muda tidak menjamin pemahaman kekayaan itu benar. Inilah yang dihadapi oleh orang muda yang sekaligus orang kaya serta pemimpin Yahudi. Orang tersebut bertanya tentang bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal ( ayat 17 ). Ada suatu ketidakpuasan dalam hidupnya. Ia menginginkan sesuatu yang lebih. Kekayaan ia punya, tapi hatinya masih kosong. YESUS tidak memberikan respon apa-apa kepada pemuda tersebut ( ayat 18 ). Ia menyinggung beberapa perintah Taurat, tetapi pemuda itu menjawab semuanya telah ia turuti sejak masa muda ( ayat 19 ). Sesuatu yang aneh. Memang orang Yahudi adalah orang yang sangat tekun dalam memelihara Taurat, tetapi hanya teori saja, tidak dengan praktiknya. Oleh sebab itu YESUS pernah mengatakan bahwa mereka adalah orang munafik.

Menjadi kaya adalah sesuatu yang sangat dipandang dalam kehidupan orang Yahudi. Mereka beranggapan bahwa mereka adalah keturunan Abraham dan rajin memelihara Taurat. Namun mereka salah memahami kekayaan yang sesungguhnya. Oleh sebab itu YESUS mengatakan agar pemuda tersebut menjual apa yang dimilikinya dan membaginya kepada orang miskin ( ayat 21 ). Namun orang tersebut meresponi dengan sedih ( ayat 22 ). Ia tidak rela kehilangan harta yang sudah ia kumpulkan bertahun-tahun. Mengikut YESUS bukan berarti harus menjual segala apa yang kita miliki. Tetapi mengikut YESUS adalah suatu kekayaan yang tak ternilai harganya, karena Ia tinggal dalam hidup kita. Kekayaan sejati tak dapat diukur oleh materi. Ketika kita memiliki kekayaan sejati, yaitu YESUS serta merasakan kasihNya, maka kita dapat berbagi kasih dan kekayaan yang sejati tersebut kepada orang lain.

Refleksi

Kekayaan yang sejati bukanlah materi, jabatan, atau pekerjaan yang kita miliki. Semuanya akan sirna dalam sekejap sama seperti uap. Ketika kita mati pun, liang kubur tak kan cukup untuk menampung kekayaan kita. Kekayaan yang sejati adalah ketika kita percaya dan menerima YESUS sebagai TUHAN dan Juru Selamat. Apakah Saudara bisa mempertahankan kekayaan sejati yang telah Anda miliki?

Tekadku

Mulai hari ini aku tidak lagi memahami kekayaan yang kumiliki sebagai kepuasan diri sendiri. Aku tidak ingin menjadi orang yang sombong dan egois tapi sebagai orang yang memiliki kekayaan yang sejati, yaitu “YESUS”, aku mau berbagi dengan sesama.

Tindakanku

Hari ini aku akan mau berbagi berkat dan kasih TUHAN pada mereka yang kekurangan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«