suplemenGKI.com

Sabtu, 13 Nov 2010
Lukas 21:5-6

Bait ALLAH pada masa YESUS hidup merupakan bangunan megah hasil upaya Herodes sejak awal tahun 19 SM. Banyak orang mengagumi bangunan ini.
Ayat 5 : Mengapa orang mengagumi bangunan Bait ALLAH?
Ayat 6: Mengapa Tuhan YESUS merespon kekaguman orang pada bangunan Bait ALLAH dengan menubuatkan tentang hancurnya Bait ALLAH?

Renungan:

Pada waktu itu Tuhan YESUS sedang mengajar di Bait ALLAH Herodes yang indah. Bait ALLAH itu dihiasi dengan batu-batu indah dan dengan berbagai barang persembahan. Jadi selain menjadi sentral ibadah Yahudi, bait ALLAH itu menjadi obyek kekaguman banyak orang. Rasa kagum dan suka pada keindahan Bait ALLAH bisa memicu keterikatan. Keterikatan pada kemegahan dan keindahan bangunan Bait ALLAH, akan membawa kecenderungan berpengharapan pada keamanan yang sementara (hal-hal duniawi). Oleh karena itu TUHAN YESUS merespon kekaguman orang-orang yang ada di situ dengan menyatakan bahwa Bait ALLAH yang indah dan megah itu suatu hari akan hancur. Pernyataan ini hendak mengingatkan semua orang bahwa keterikatan hati orang percaya haruslah tetap pada ALLAH yang kekal. ALLAH adalah sentral yang seharusnya paling memikat dan mengikat orang.

Berita tentang kehancuran Bait ALLAH sering dihubungkan dengan kehancuran dunia pada jaman akhir. Tak ada yang kekal di dunia ini. Keindahan dan kemegahan dunia ada batasnya. Oleh karena itu jangan gampang mengikatkan diri dengan keindahan dan kemegahan hal-hal duniawi agar TUHAN tetap menjadi pusat hidup kita dan tempat kita bergantung sehingga kita selalu siap menghadapi kefanaan dunia.

Sebuah lagu dalam bahasa Jawa mengingatkan akan hal itu:
Eling, eling wong urip bakale mati. ( Ingatlah orang hidup pasti akan mati)
Eling, eling ing donya piro lawase ( Ingatlah hidup di dunia ini tidak lama)
Eling, eling bondo donya ora langgeng ( Ingatlah harta dunia tidak kekal)
Gesang mulya namung nderek GUSTI ( hidup mulia hanya mengikut TUHAN)

Di jaman ini kemegahan dan keindahan dunia selalu dicari dan dipuja banyak orang. Gaya hidup hedonisme menjadi trend yang semakin merebak. Akan tetapi semegah dan seindah apa pun rumah kita, sebesar apa pun kekayaan manusia, semua itu tidak kekal. Sewaktu-waktu akan hancur dan hilang. Karena itulah jangan gampang terpesona oleh gemerlap kehidupan duniawi. Jangan jadikan kemegahan dan keindahan duniawi menjadi tujuan hidup. Hanya TUHAN sajalah tujuan hidup kita.

Apabila Saudara mulai terpesona dan mengagumi keindahan barang-barang duniawi, sadarlah bahwa itu tak boleh mengikat dan menguasai Saudara. Hanya TUHAN sajalah penguasa hidup kita.

Apa yang tampak indah di depan mata kita belum tentu indah di hadapan TUHAN

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*