suplemenGKI.com

Selasa, 10 April 2012
Yohanes 20:24-29

Pada suatu hari seorang atheis yang berada di suatu pedalaman melihat seorang suku terasing sedang asyik membaca Alkitab. Si atheis menghampiri suku terasing itu dan mulai mengolok-olok imannya. “ Buat apa kamu membaca buku kuno itu? Kalau memang TUHAN-mu itu ada, bisakah kamu mengubah batu menjadi roti?” ejek si atheis. Orang suku terasing itu menjawab: “ Saya memang tidak bisa mengubah batu menjadi roti untuk saya makan, tapi saya bisa mengubah kamu menjadi roti untuk saya makan”. Atheis itu pucat dan lari terbirit-birit.

Ilustrasi ini hendak menggambarkan tentang betapa masih saja ada orang yang mengeraskan hati untuk percaya kepada TUHAN. Pemikiran yang kritis dan logis merupakan kekuatan manusia namun bisa juga membuat orang sulit atau bahkan tidak dapat beriman. Mari kita belajar dari pengalaman Tomas.

Pendalaman teks Alkitab

1. Ayat 24-25 : Mengapa Tomas tidak percaya bahwa Sang Guru telah bangkit?
2. Ayat 26-27 : Apakah yang dilakukan TUHAN YESUS menanggapi ketidakpercayaan Tomas?
3. Ayat 28 : Apakah respon Tomas setelah melihat KRISTUS yang telah bangkit?
4. Ayat 29 : Apakah yang Saudara pahami dari perkataan TUHAN YESUS: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya” ?
5. Untuk percaya pada kuasa TUHAN, apakah Saudara memerlukan tanda?

Renungan

Tampaknya Tomas sendirian menjalani kesedihan karena penderitaan penyaliban Sang Guru. Ia memisahkan diri dari persekutuan para murid. Tomas adalah tipe orang yang logis, tidak gampang terpengaruh oleh cerita mistis. Oleh karena itulah dia tidak percaya pada berita perjumpaan teman-temannya dengan Sang Guru, sebab baginya Sang Guru telah wafat. Ia tidak mau hanya ikut-ikutan percaya. Namun logika Tomas telah menutup pintu hatinya dari kuasa TUHAN yang sedang bekerja. Tomas hanya berpikir menurut pikiran manusia yang terbatas. Yang ia lupakan adalah bahwa kuasa TUHAN tidak dapat dibatasi oleh pikiran manusia. Oleh karena itulah ia memerlukan bukti.

TUHAN YESUS tidak menginginkan Tomas menjadi seorang murid yang hanya mengandalkan logika. DIA kembali menembus pintu-pintu yang terkunci untuk menjumpai para murid. Sapaan kasih KRISTUS “Damai sejahtera bagi kamu!” kembali menjumpai para murid. DIA pun meminta Tomas untuk memasukkan jari dan tangan-Nya pada bekas-bekas luka penyaliban yang ada pada tangan dan lambung-Nya. Tomas mendapatkan kesempatan untuk menemukan bukti yang ia dambakan. Melalui semua itu, kehadiran KRISTUS yang telah bangkit membuka pintu hati Tomas.

Hati Tomas yang telah terbuka langsung memberikan respon sebuah pengakuan iman : “ Ya TUHAN-ku dan ALLAH-ku”. Inilah pengakuan iman yang lahir dari hati terdalam, bukan sekedar ikut-ikutan. Sungguh terjadi perubahan yang luar biasa dalam diri Tomas. Perjumpaannya dengan Sang Guru yang telah bangkit membuatnya menjadi sangat beriman. Kini dia bukan hanya hidup dengan logika tapi dengan hati yang terbuka. Kini hatinya terbuka untuk menerima kehadiran dan kuasa KRISTUS yang telah bangkit. Damai TUHAN pun memasuki hati Tomas. Akhirnya Tomas pun beriman walaupun iman bukanlah hal yang mudah baginya.

Percaya karena melihat tanda atau bukti adalah hal yang biasa. Namun TUHAN YESUS mau mengatakan bahwa berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya. Inilah iman sejati. Mampu merasakan kehadiran dan kuasa TUHAN sekalipun tidak melihat TUHAN. Mampu mempercayai KRISTUS yang bangkit walaupun tidak pernah berjumpa dengan tubuh kebangkitan KRISTUS. Iman berarti mempercayakan diri sepenuhnya pada TUHAN dan kuasa-Nya. Mempercayakan diri dilakukan karena telah meyakini, tidak menunggu tanda. Orang yang sungguh-sungguh mempercayakan diri, pintu hatinya selalu dibuka untuk kehadiran dan kuasa TUHAN.

Relasi dengan TUHAN adalah relasi iman yang melibatkan hati dan bukan hanya akal budi. Bagaimanakah relasi iman Saudara dengan TUHAN? Di tengah kesedihan dan berbagai pergumulan hidup yang tidak mudah, apakah Saudara dapat merasakan kehadiran TUHAN yang sedang bekerja dalam hidup Saudara? Tidak semua peristiwa hidup dapat kita mengerti dengan pikiran kita, namun jika kita mengaku KRISTUS adalah TUHAN (Penguasa hidup) dan ALLAH (Yang kita sembah) maka kita akan mampu menjalaninya dengan hati penuh damai. Biarkanlah TUHAN memasuki hati dan kehidupan Saudara.

Apakah Saudara ingin sukses dalam hidup ini? Jangan hanya menjadi orang pandai yang berpikir logis dan kritis. Jalani hidup dengan membuka hati bagi kehadiran TUHAN. Berimanlah!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*