suplemenGKI.com

Apa arti kehadiran seorang dalam kehidupan Anda? Sekedar sebagai teman yang sering bercanda ria atau mungkin menjadi teman yang asyik diajak curhat? Dalam pepatah bahasa Inggris, mengukur teman yang sejati harus dilihat pada saat Anda membutuhkannya (A friend in need is a friend indeed). Umumnya ketika Anda dalam posisi kelimpahan, banyak yang mau berteman. Tapi jika kebalikannya maka teman-teman pada menjauh. Bukankah itu dikisahkan Yesus dalam perumpamaan Anak yang hilang dalam Lukas 15:11-32.

Dalam PL diceritakan bahwa Elia, abdi Allah ini disuruh menemui janda di Sarfat. Janda ini hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak yang pas untuk dirinya.

Tapi kehadiran Elia memberikan kehidupan jasmani bagi janda dan anaknya. (1 Raja-Raja 17: 15-16). Tapi tragisnya, anak janda itu tiba-tiba sakit sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.  Namun atas kuasa Ilahi, anak itu disembuhkan dengan perantara nabi Elia. Anak itu hidup kembali.  Amazing! Ajaib! Lalu janda itu berucap: “Sekarang aku tahu bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar” (ay 24).

Dalam PB di Lukas 7:11-17 ada juga peristiwa yang sama. Kehadiran Yesus di kota Nain juga menumbuhkan kehidupan bagi anak tunggal seorang janda. Anak itu mati dan sedang diusung untuk dikubur. Ajaib! Hanya dengan sentuhan Yesus anak itu hidup kembali. Itulah kehadiran yang bermakna, memberi kehidupan. Orang banyak yang menyaksikan mengatakan: “ . . . Allah telah melawat umat-Nya” (Lukas 7:16b).

Lingkungan hidup sudah tercemar. Manusia yang serakah dengan materi tidak memikirkan lagi rusaknya ekologi bumi. Bumi semakin kurus, sakit karena dikuras habis-habisan. Pemanasan global terus berlangsung dan bumi sarat dengan bencana alam.

Sebagai insan kristiani, kita terpanggil harus akrab kembali dengan alam. Melestarikan bumi dan mengupayakan pemulihan kerusakannya yang hampir pada titik nadir. Adakah kehadiran umat Tuhan memberikan kesejukan dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia? Kehadiran kita akan berarti dimulai dari diri sendiri, di rumah sendiri lalu di lingkungan masyarakat. Dengan demikian kehadiran kita sebagai ciptaan baru akan menumbuhkan hidup baru bagi lingkungan hidup di sekitar kita. Amin.

W.P.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*