suplemenGKI.com

Senin, 7 Maret

Kejadian 3:1-7

Kisah kejatuhan manusia di taman Eden adalah kisah yang menarik, sehingga ada banyak hal yang dapat didiskusikan. Kali ini kita akan merenungkan tentang dosa yang terjadi dalam taman Firdaus tersebut. Kiranya dengan menyadari dosa itu, kita lebih peka dan waspada terhadap dosa. Tidak memandang remeh dan bermain-main dengan dosa.

- Menurut Saudara, seberapa besar dosa Adam dan Hawa itu? Mengapa?

- Menurut Saudara apakah Tuhan bersikap adil dengan memberikan hukuman mati kepada orang yang makan satu atau dua biji buah yang dilarang Tuhan itu?

- Mengapa Adam dan Hawa sedemikian tergoda untuk lebih mendengarkan suara si ular daripada suara Tuhan?

Renungan:

Kalau kita menyoal keadilan Allah dalam peristiwa kejatuhan manusia di taman Eden, mungkin jawabannya adalah memang Allah tidak adil. Sebab kalau mau benar-benar adil, maka jumlah pohon yang buahnya boleh dimakan harus sama dengan jumlah pohon yang buahnya tidak boleh dimakan. Namun yang terjadi justru tidak demikian. Dari sekian ribu pohon yang ada di taman Eden, Allah hanya melarang Adam dan Hawa untuk memakan uah satu pohon saja. Dari sini kita juga dapat melihat bahwa bukanlah itikad Allah untuk membuat manusia jatuh ke dalam dosa ketika Dia menempatkan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu. Itikad baik Allah itu juga Nampak bagaimana Ia dengan serius memberi peringatan tentang akibat memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat itu.

Mengapa tindakan memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat itu mengakibatkan kematian? Pertanyaan ini menunjukkan ketidakmengertian akan keseriusan dosa Adam dan Hawa itu. Sebenarnya melalui satu tindakan tersebut, Adam dan Hawa telah melanggar seluruh hukum Allah. Adam telah melanggar hukum ke: [1] karena memilih allah baru, yaitu dirinya sendiri dan Setan; [2] karena Adam menolak cara menyembah Allah seperti yang telah ditetapkan Allah, yaitu mentaati firman Tuhan; [3] karena telah menyebut nama Tuhan dengan sembarangan ketika ia menyalahgunakan nama Allah dengan menyatakan Dia sebagai pembohong dan memandang rendah sifat dan FirmanNya; [4] karena Adam tidak menjaga persekutuannya dengan Allah; [5] karena Adam menolak untuk menghormati dan mentaati Bapa surgawinya dan memilih untuk memberontak; [6] karena Adam membunuh dirinya sendiri dan seluruh umat manusia dengan membawa kematian atas seluruh manusia; [7] karena Adam melakukan perzinahan rohani dengan mempersekutukan dirinya dengan Setan dan meninggalkan Allah; [8] karena Adam mencuri buah itu. Bukankah Allah – Sang Pemilik – telah melarangnya (= tidak memberi ijin)?; [9] karena Adam berdusta dengan mengatakan bahwa Firman Allah adalah dusta dan dusta Iblis adalah kebenaran; [10] karena Adam mengingini posisi Allah, ia tidak puas dengan keadaannya. Ini jelas melanggar hukum kesepuluh. Melihat hal ini, masihkah kita menganggap dosa Adam sebagai hal yang sepele?

Sekecil apapun dosa, selalu berdampak ganda, bahkan lebih dari dua.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*