suplemenGKI.com

Kamis, 11 Nov 2010
II Tesalonika 3:6-9

Pada saat surat ini ditulis, jemaat Tesalonika sedang mengalami kebingungan karena ada sekelompok orang di Tesalonika yang mengajarkan tentang kedatangan hari TUHAN yang sudah dekat. Pengajaran ini berhasil mempengaruhi jemaat Tesalonika sehingga beberapa orang tidak lagi mengikuti teladan para rasul dan hanyut dalam kesibukan yang tak berguna.
Ayat 6: Apakah makna kalimat” kami berpesan kepadamu…dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS”?
Ayat 7-9: Apakah teladan hidup yang diberikan para rasul di di tengah berkembangnya ajaran tentang kedatangan hari TUHAN? Mengapa sebagian orang tak mau mengikuti teladan para rasul?

Renungan
Bagian ini berisikan nasihat rasul kepada jemaat Tesalonika yang disampaikan dengan penuh wibawa. Para rasul adalah duta KRISTUS karena itu memiliki kewibawaan dari kekuasaan KRISTUS. Di tengah kebimbangan umat akan ajaran kedatangan TUHAN YESUS KRISTUS, para rasul menyuarakan suara kebenaran melalui nasihat dan melalui teladan kehidupan.

Di sepanjang jaman selalu muncul ajaran-ajaran yang baru, terutama ajaran yang mengabarkan bahwa TUHAN YESUS akan segera datang untuk kedua kalinya. Ajaran itu biasanya memikat hati banyak orang yang ingin melepaskan diri dari kehidupan dunia ini, apalagi kalau diramalkan kapan kedatangan-Nya. Orang rela meninggalkan apa pun demi kesiapan menyongsong kedatangan TUHAN YESUS keduakalinya. Lalu mereka memilih meninggalkan pekerjaan, keluarga dan segala tanggungjawab yang lain dan berkumpul dengan yang lain dalam doa terus menerus untuk menyongsong kedatangan TUHAN YESUS. Di tengah beratnya beban pekerjaan dan kondisi perekonomian, orang berharap TUHAN segera datang untuk mengangkatnya dari dunia yang penuh derita ini.

Apakah Saudara setuju dengan sikap itu? Sikap seperti itulah yang ingin diluruskan dalam II Tesalonika. TUHAN YESUS akan datang sewaktu-waktu. Tidak ada orang yang tahu kapan IA akan datang. Karena itu justru sekarang saatnya mempersiapkan hidup yang siap menyambut kedatangan-Nya, bukan dengan lari dari dunia tapi berkarya dengan penuh tanggungjawab di tengah dunia. Suatu kali seorang ibu diberitahu bahwa TUHAN akan datang ke rumahnya. Si ibu mempersiapkan rumahnya dan menyediakan makan yang lezat. Pagi itu dia tidak bekerja dan tidak berani meninggalkan rumah. Dia takut kehilangan kesempatan menyongsong kedatangan TUHAN. Beberapa tamu dalam wujud pengemis, pengembara dan tetangga yang meminta pertolongan datang ke rumahnya untuk meminta bantuan, tapi segera diusirnya karena dia sedang menunggu TUHAN. Seharian dia duduk di beranda namun TUHAN tak kunjung datang. Lali dia bertanya: “ TUHAN, kenapa Engkau tak jadi datang, aku sudah siap menyambut kedatangan-Mu”. Jawab TUHAN: “AKU telah datang 3 kali dalam diri orang-orang yang meminta bantuanmu, tapi engkau mengusir AKU dari rumahmu”.

Tak ada yang tahu kapan TUHAN datang, karenanya mari selalu menyongsong kedatangan-Nya dengan hidup yang tertib dan bertanggungjawab

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«