suplemenGKI.com

Rabu, 2 Oktober 2013

Mazmur 37:5-9 

Pengantar

Seorang narapidana dibebaskan dari penjara padahal masa hukumannya baru dijalani sepertiga. Luar biasa senangnya si napi ini sebab ia merasa tidak pernah berbuat jahat. Apa yang menimpanya berawal dari salah tangkap. Ia marah dan kecewa pada penegak hukum yang tak bisa menghakimi dengan adil. Ia merasa tak berdaya dalam tekanan kekuasaan kekerasan, namun apa boleh buat. Akhirnya ia jalani masa hukuman dalam keyakinan bahwa TUHAN tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan ini. Syukurlah bila kemudian pelaku kejahatan yang asli tertangkap. Kebenaran pun akhirnya muncul seperti sinar terang yang menerangi kehidupannya.

Pemahaman

• Ayat 5 -6 : Bagaimanakah nasib orang yang mau mempercayakan hidup kepada TUHAN?
• Ayat 7-9 : Mengapa umat TUHAN diminta berdiam diri di hadapan TUHAN dan terus menantikan TUHAN?

Di tengah pelbagai tawaran dosa yang memberi kenikmatan dan kesuksesan, umat beriman ditantang untuk membuktikan imannya kepada TUHAN dengan mempercayakan hidup kepada-Nya. Tetap percaya walau menderita. Tetap percaya walau tak punya banyak harta. Segala rintangan yang dihadapi orang beriman dalam perjalanan hidup di dunia ini dapat diserahkan (digulingkan/dibebankan) kepada TUHAN. Setiap orang yang mempercayakan hidupnya kepada TUHAN akan menyaksikan bahwa TUHAN pun bertindak.

Orang beriman dibenarkan-Nya dan kebenaran pun bersinar seperti terang. Dengan demikian berubahlah penilaian masyarakat tentang kesuksesan orang fasik. Kesuksesan orang fasik sebentar lagi lenyap sedangkan kedudukan orang yang menantikan TUHAN sebenatar lagi aman. Pengajaran ini membawa orang beriman untuk berpikir sehat: yaitu berhenti marah, tidak mengutarakan perkataan yang melukai hati ALLAH dan sesamanya dan tidak merancangkan persaingan dengan orang jahat sehingga ia akan kehilangan haknya mewarisi negeri ( ay 11). Benarlah apa yang dikatakan Yesaya 30:15: “ … dalam tinggal tenang dan percaya, terletak kekuatanmu”.

Refleksi

Berapa banyak waktu yang Saudara miliki untuk diam, tenang dan memantapkan iman percaya bahwa TUHAN sedang berkarya dalam hidup Saudara.

Tekadku

TUHAN, tolonglah aku untuk terus bertumbuh menjadi umat yang berani mempercayakan diri kepada-Mu sekalipun banyak godaaan yang menghimpit iman percayaku.

Tindakanku

Mulai hari ini aku akan mengawali dan menutup hari dengan duduk diam untuk merasakan kehadiran TUHAN dan memantapkan iman percayaku kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*