suplemenGKI.com

Lukas 24 : 36b – 48

Siapapun yang sehari-hari menempuh perjalanan dengan mengendarai kendaraannya sendiri pasti pernah mengalami hal ini: Kendaraan yang melaju di depan kita berjalan dengan perlahan, serta tidak segera mengambil posisi yang jelas. Berada di tengah jalan, tidak ke kiri maupun ke kanan. Setelah punya kesempatan menyalip kendaraan tersebut, kita akan melihat bahwa yang bersangkutan sedang memakai hand phone! Jelas bahwa pengemudi tersebut tidak sepenuhnya sadar keadaan sekelilingnya.
Hal serupa bisa juga terjadi dalam percakapan sehari-hari, ketika seseorang sibuk dengan pikirannya sendiri. Bisa ditebak, orang tersebut pasti tidak bisa mengikuti perbincangan yang tengah berlangsung. Komunikasi yang coba dijalin menjadi terhambat, dan jika ada info penting yang hendak disampaikan bisa dipastikan info tersebut tidak akan sampai.
Kejadian yang mirip bisa terjadi dalam relasi dengan Tuhan, ada berbagai macam hal yang mungkin bisa menyelubungi pikiran. Para murid Tuhan Yesus setelah Dia bangkit pun mengalami kondisi yang kurang lebih sama. Kesaksian beberapa murid yang menyaksikan kubur Tuhan Yesus kosong, maupun penuturan Maria Magdalena yang secara langsung bertemu serta berbincang langsung dengan-Nya, seolah-olah masih kurang meyakinkan. Mereka bahkan mengunci diri dalam sebuah ruangan.
Jika sebagian besar murid mengunci diri, maka ada dua orang murid yang seolah pergi melarikan diri. Mereka berdua sedemikian kecewanya terhadap segala sesuatu yang terjadi di Yerusalem, sehingga secara aneh indera penglihatan mereka tidak bisa menangkap sosok yang begitu dekat dengan mereka. Selubung duka berbaur dengan kekecewaan karena sang Junjungan gagal memenuhi harapan mereka, membuat mereka tidak mengenali Junjungan mereka sendiri!
Untunglah Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan hal itu terjadi terus menerus. Dengan penuh kesabaran Dia menuntun dan membimbing mereka, sehingga pada akhirnya mereka mengerti bahwa semua peristiwa yang terjadi saat itu merupakan penggenapan dari apa yang tertulis di dalam firman-Nya! Dalam kasus dua orang murid yang pergi ke Emaus hal itu terjadi demikian dramatis. Setelah panjang lebar Tuhan Yesus menerangkan dari kitab para nabi, maka pada saat perjamuan Dia menyatakan diri-Nya!
Banyak peristiwa yang terjadi di sepanjang hidup kita pada hari-hari ini yang barangkali membuat kita larut dalam kesedihan dan kekecewaan yang mendalam. Atau mungkin belakangan ini kita mengalami kekhawatiran serta ketakutan akan masa depan –yang intensitasnya kian meningkat karena isu kenaikan BBM, yang membuat tidur kita tidak bisa lagi terlalu lelap! Semuanya ini memang berpotensi membuat hubungan kita dengan Tuhan menjadi terganggu. Saat teduh kita menjadi rutinitas yang membosankan bahkan doa-doa kita seakan-akan seperti gema suara yang lamat-lamat sirna dalam ketidakberdayaan kita.
Percayalah, bahwa Dia tidak pernah membiarkan pikiran kita tetap tertutup selubung yang mengganggu dan membelenggu! Dia senantiasa menyapa dan mau bergabung dalam segala upaya mengatasi pergumulan hidup kita. Bahkan seperti dalam perjalanan di Emaus tadi, Dia bersedia melayani kita! Syaratnya cuma satu: Apakah kita bersedia mengundang-Nya dalam hidup kita, dalam setiap sisi kehidupan kita. Ataukah kita hanya memberi-Nya tempat di hari Minggu, itupun hanya pada saat khotbah berlangsung. Dengan catatan pada saat itu kita tidak lelap dalam keletihan! Selamat mengundang-Nya.
(TAPE)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*