suplemenGKI.com

KEBANGKITAN HATI

20/06/2014

Lukas 24: 13-29

Majalah Life edisi Desember 2000 pernah memuat artikel tentang kekristenan pada 2000 tahun pertama. Artikel itu menyoroti Yesus serta pelayanan-Nya yang penuh kuasa, juga pertumbuhan gereja yang luar biasa dan terbitnya Injil. Namun herannya artikel tersebut tidak menyinggung sedikitpun tentang kebangkitan Yesus. Padahal tanpa kebangkitan Yesus maka tidak akan ada kekristenan!
Kebangkitan Yesus memang seolah-olah menjadi omong kosong yang keluar dari mulut seorang pembohong! Bahkan para murid pun sempat menyatakan ketidakpercayaan mereka, saat mendengar cerita para wanita yang baru pulang dari kubur (Lukas 24: 11). Ketidakpercayaan itu pula yang menghinggapi 2 orang murid yang pergi ke Emaus.
Emaus adalah sebuah kampung yang terletak kurang lebih 12 km di sebelah barat Yerusalem. Hari sudah menjelang malam ketika 2 orang itu pergi dengan segala kegalauan hatinya. Mereka galau karena ada banyak hal yang berkecamuk di dalam benak mereka, dan mereka berdua sepertinya saling mencurahkan isi hati mereka. Hati mereka dipenuhi pengharapan bahwa Yesus bisa menjadi pahlawan mereka. Pahlawan bagi rakyat Yahudi yang saat itu ditindas bangsa Romawi. Sebuah pengharapan yang wajar timbul di hati rakyat yang terjajah bangsa lain.
Namun pengharapan itu mendadak pupus saat Yesus dihukum mati dengan cara disalib. Hati yang galau karena pengharapan yang kandas itu seolah menemukan momen yang tepat untuk dirayakan dikeremangan senja di jalan menuju ke Emaus. Tetapi kegalauan itu menjadi antiklimaks saat ada Seorang yang sengaja bergabung dengan mereka di tengah perjalanan.
Mereka berdua heran karena Orang ini tidak dihinggapi kegalauan yang sama. Dan makin heranlah mereka manakala Orang yang “tidak mereka kenal” ini dengan berani menegur mereka dengan kata-kata,” Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu…” Dan tidak hanya sampai disitu, mereka lantas mendapatkan kuliah singkat tentang Mesias itu dari kitab Musa hingga kitab para nabi!
Sayangnya kuliah singkat itu harus berakhir ketika mereka sudah mendekati kampung yang mereka tuju. Oleh karena itu mereka sepakat mengundang Tamu yang “sangat menguasai Kitab Suci” itu ke rumah mereka. Dan saat mereka makan dan saat sang Tamu memecah-mecah roti, sadarlah mereka bahwa Tamu tersebut adalah Yesus yang menjadi bahan pembicaraan mereka!
Hati mereka yang tadinya mirip nyala lampu yang hampir padam, mendadak berkobar-kobar. Maka mereka tidak lagi menunggu hari esok untuk kembali ke Yerusalem untuk menceritakan perjumpaan mereka yang ajaib itu! Kegelapan malam yang melingkupi perjalanan mereka tidak lagi bisa membendung kobaran hati yang telah disentuh oleh kebangkitan-Nya.
Sudah berapa Paskah yang Anda rayakan dalam hidup Anda? Sudahkah Anda hidup bersama Kristus yang sudah bangkit itu, atau Anda masih juga terbenam dalam ketidakpercayaan? Rasul Paulus pernah menulis dalam I Korintus 15: 14: “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” SELAMAT PASKAH!
PETA

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«