suplemenGKI.com

Rabu, 13 Mei 2015

Mazmur 1:1-3

Pengantar

Setiap orang mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Ada banyak cara menuju bahagia. Dunia menawarkan berbagai hal yang menjanjikan kebahagiaan. Tapi apakah semua manusia mengalami kebahagiaan? Apakah sesungguhnya kunci kebahagiaan itu? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2:     Siapakah yang disebut berbahagia?
  • Ayat 3   :  Mengapa kebahagiaan orang benar digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air? Apakah maknanya?

Mazmur 1:1-6 merupakan pendahuluan kitab Mazmur. Kitab Mazmur diawali dengan sebuah seruan: Betapa bahagianya orang yang mengikuti rencana ALLAH. Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang dirasakan dari hidup beriman kepada TUHAN. Dengan kata lain, bila kita ingin mengalami kebahagiaan dalam hidup ini maka kita mesti menjadi orang percaya sejati yang berjalan di jalan yang dikehendaki TUHAN.

Pemazmur menegaskan bahwa orang percaya sejati dapat diketahui dari apa yang tidak mereka lakukan, tempat yang tidak mereka kunjungi dan kumpulan yang tidak mereka masuki. Tidak seorang pun yang dapat menikmati berkat ALLAH tanpa berbalik dari hal-hal yang merusak atau membahayakan  (ayat 1). Kata kerja yang dipakai dalam ayat 1 yaitu berjalan, berdiri, dan duduk hendak melukiskan langkah-langkah khas dari orang fasik yang harus dihindari oleh orang benar. Orang percaya akan mengalami kebahagiaan bila tidak menerima prinsip-prinsip orang fasik, tidak ikut terlibat dalam praktik-praktik orang berdosa, dan akhirnya tidak bergabung dengan orang-orang yang suka mencemooh.

Orang yang diberkati ALLAH bukan hanya berbalik dari kejahatan, tetapi juga membangun hidup mereka di sekitar firman TUHAN. Orang semacam itu senantiasa merenungkan atau menggumamkan ajaran ALLAH. Mereka berusaha untuk menaati kehendak ALLAH dari hati yang sungguh-sungguh senang akan jalan dan perintah ALLAH. Sebagai hasilnya, dia menjadi makin seperti “pohon yang ditanam” dengan akar-akar di dalam realitas abadi. Ia pasti terus memiliki vitalitas dan dijamin akan berhasil pada akhirnya sebab ia telah mengandalkan ALLAH secara kokoh. Frasa, “apa saja yang diperbuatnya berhasil” tidak berarti bahwa tidak pernah akan terjadi masalah atau kegagalan, tetapi bahwa orang benar akan mengetahui kehendak dan berkat ALLAH. Itulah yang membuatnya selalu merasa berbahagia.

Refleksi:

Dalam keheningan, rasakanlah apakah hidup Saudara selalu merasakan bahagia? Bila belum, renungkanlah kembali apakah Saudara telah sungguh-sungguh menjadi orang percaya yang hidup dalam Firman TUHAN.

Tekadku

Ya TUHAN, tolonglah aku agar mampu membangun kebahagiaan sebagai orang benar.

Tindakanku.

Aku akan selalu berjuang untuk belajar Firman TUHAN dan melakukannya dalam hidup setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*