suplemenGKI.com

KEAJAIBAN MEMBERI

06/08/2012

Yohanes 6:1-15

Ketika sedang mengadakan perjalanan keliling Amerika dengan kereta api, pada suatu hari Presiden Wilson berhenti di Billings, Montana untuk memberikan pidato singkat di peron kereta. Entah bagaimana, dua anak kecil berhasil lolos dari penjagaan polisi dan berlari ke arah Presiden. Mereka memandangi wajah Presiden dan salah seorang dari mereka memberikan bendera Amerika yang telah dilambai-lambaikan. Anak yang satunya lagi berdiri di sana dengan wajah sedikit sedih. Dia tidak membawa apa-apa untuk diberikan. Kemudian tiba-tiba dia merogoh sesuatu dari sakunya. Akhirnya dia menemukan sesuatu dan menggenggamnya. Itu adalah uang logam receh. Presiden Wilson menunduk dan menerima uang receh itu. Kemudian dia mengucapkan terima kasih.
Cerita itu tidak berakhir di sini. Lima tahun kemudian Presiden Wilson meninggal dunia. Dalam keadaan berdukacita, nyonya Wilson membuka dompet suaminya. Di dalamnya, di tempat yang terpisah dan dibungkus rapi dengan secarik kertas, tersimpan uang receh dari anak itu. Selama lima tahun uang receh itu telah menyertai dan ada bersama Presiden setiap hari, ke mana pun dia pergi.
Pemberian yang kecil seringkali tidak diperhatikan atau bahkan diremehkan. Apakah pemberian yang kecil itu berharga? Pemberian dalam jumlah yang besar akan lebih mengundang decak kagum daripada pemberian yang kecil. Namun sesungguhnya yang dilihat Presiden Wilson bukan uang recehnya , bukan kecilnya pemberian itu, tapi ketulusan dan keberanian si pemberi.
Kalau Presiden Wilson sangat menghargai pemberian anak, si pemilik uang receh itu, apalagi TUHAN kita. TUHAN sangat menghargai setiap pemberian kita apapun dan berapa pun jumlahnya. Dalam perikop ini kita melihat TUHAN YESUS sangat menghargai pemberian lima roti jelai dan dua ikan. Kuasa TUHAN membuat pemberian ini menjadi berkat. Pemberian kecil itu menjadi sangat besar dan berlimpah sehingga mengenyangkan ribuan orang dan sisa dua belas bakul penuh. Inilah keajaiban memberi.
Mari menumbuhkembangkan hati yang selalu rindu memberi. Hati yang mau memberi menjadi alat TUHAN untuk menghadirkan keajaiban kasih dan kuasa-Nya. TUHAN memberkati. Amin.
(sAp)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*