suplemenGKI.com

Rabu, 13 Januari 2016

Mazmur 36:8-9

PENGANTAR

Memasuki tahun baru, tentu ada kegelisahan yang kita rasakan. Mungkin kita gelisah dan takut tentang hari esok; mungkin harga barang akan naik, usaha kita bangkrut, kondisi kesehatan kita tak menentu, dan banyak hal yang membuat kita takut dalam menjalani kehidupan ini. Sebagai orang Kristiani, bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan ini? Tepatkah bila kita menjalani kehidupan ini dengan ketakutan dan kegelisahan yang berlebihan ?

PEMAHAMAN

  • Ayat 8 : Bagaimana Allah menyatakan diri-Nya pada manusia?
  • Ayat 9 : Bagaimanakah cara Allah merawat dan mengenyangkan kita?

Sebagai manusia, ketakutan dan kegelisahan adalah hal wajar yang kita alami ketika menghadapi sesuatu yang tak menentu. Manusia sekaliber Daud pun pernah mengalami ketakutan dan kegelisahan dalam hidupnya, apalagi kita? Tetapi permasalahannya, bagaimana seharusnya kita bersikap? Daud merefleksikan pengalamannya bersama-sama dengan Tuhan sebagai suatu pengalaman yang indah. Daud betul-betul merasakan bagaimana kasih dan penyertaan Allah di dalam hidupnya begitu sempurna, bahkan lebih dari itu, Allah pun mengenyangkan (baca: memberi secara berlimpah) anak-anaknya dengan lemak (ay.9. Lemak; sesuatu yang berharga). Daud menyadari bahwa manusia itu lemah dan terbatas, manusia tak akan bisa melakukan apapun tanpa pertolongan dan kasih sayang Tuhan. Sebab itu, pengakuan Daud pada bacaan hari ini merupakan sebuah pengakuan iman yang sangat mendasar sekaligus penting, khususnya sebagai orang percaya (beriman).

Mujizat paling besar dalam Kekristenan, bukanlah sekedar mujizat dalam tanda-tanda spektakuler. Akan tetapi, mujizat terbesar itu adalah ketika Allah beserta dengan kita! Inilah yang menjadi inti dalam permenungan kita hari ini. Penyertaan Allah jauh lebih indah dan jauh lebih berharga daripada banyak hal di dunia ini. Kegelisahan, ketakutan, sakit penyakit, dan hal-hal buruk lainnya bisa saja menjumpai kita, tetapi ingatlah  kasih dan penyertaan Allah tidak akan pernah bisa dirampas dari kita! Maka dalam memasuki tahun baru 2016 ini, milikilah iman dan pengharapan yang teguh, bahwa Allah ada bersama-sama kita, Ia mengasihi kita. Bahkan lebih daripada itu, Ia melindungi kita dan mengenyangkan kita dengan sesuatu yang indah dan baik.

REFLEKSI

Ambillah waktu hening, dengan posisi duduk senyaman mungkin. Cobalah ingat dan kenang berbagai macam penyertaan Tuhan yang Anda alami selama setahun silam. Renungkan secara baik-baik; sekalipun pergumulan itu datang silih berganti, bukankah Anda tetap hidup sampai detik ini? Akhiri permenungan dengan doa syukur.

TEKADKU

Dalam keadaan apapun, aku mau terus percaya dan meyakini bahwa Allah ada bersamaku, Ia menemaniku, dan pada waktu-Nya yang indah, Ia akan mengenyangkanku dengan kebahagiaan surgawi. Aku pun bersyukur untuk penyertaan Tuhan selama tahun 2015, sehingga aku bisa memasuki tahun 2016 sampai detik ini.

TINDAKANKU

Mulai detik ini, aku akan menjalani tahun ini dengan iman yang penuh dan mantap bersama-sama Tuhan. Bila ketakutan mulai datang, aku akan kembali mengingat firman Tuhan hari ini.

 

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*