suplemenGKI.com

Kamis, 25 Maret 2010

Mazmur 118:1-2

Mazmur 118 adalah nyanyian puji-pujian kepada TUHAN. Inilah suatu nyanyian arak-arakan yang terdiri dari beragam suara. Umat memuji nama TUHAN karena pertolongan-Nya kepada umat-Nya.
Ayat 1-2 : Apakah yang menjadi fokus puji-pujian dalam ayat ini?
Mengapa pemazmur meyakini bahwa TUHAN itu baik?
Apakah Saudara yakin bahwa TUHAN itu baik?
Kapankah Saudara merasakan kebaikan TUHAN?
Renungan:
Ayat 1 dan 2 adalah fokus Mazmur 118. Pemazmur mau memfokuskan puji-pujian kepada TUHAN dengan mengatakan “ TUHAN itu baik. Kasih setia-Nya untuk selama-lamanya!” Ini adalah kesaksian Pemazmur yang telah merasakan pertolongan TUHAN. Dalam segala kesesakan dan pergumulan, kasih TUHAN telah terbukti menolong dan menyelamatkan. Pemazmur selalu merasakan kebaikan dan kasih setia TUHAN di sepanjang perjalanan bersama bangsanya, dalam berbagai persoalan dan kesulitan.
Pengalaman iman bahwa TUHAN itu baik dan kasih setia TUHAN untuk selama-lamanya bukan hanya menjadi milik pemazmur. Apakah Saudara juga merasakan kebaikan dan kasih setia TUHAN di sepanjang perjalanan hidup Saudara? Jika dikatakan bahwa kasih setia TUHAN untuk selama-lamanya itu berarti kasih setia TUHAN tidak pernah habis. Kebaikan dan kasih setia TUHAN dirasakan umat TUHAN pada hanya pada saat-saat tertentu tapi di sepanjang waktu kehidupan. TUHAN tidak pernah berhenti memberikan kebaikan dan kasih setia-Nya dalam segala musim kehidupan. Apakah Saudara juga bisa meyakini bahwa TUHAN baik dan penuh kasih setia ketika perjalanan hidup Saudara kurang menyenangkan?
Sesungguhnya perjalanan hidup pemazmur bersama bangsanya tidaklah mudah. Mereka kerap kali dibawa TUHAN menghadapi kesulitan dan berbagai masalah. Akan tetapi kesimpulan yang diambil untuk mengatakan tentang karya TUHAN dalam hidup Israel adalah “ TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. “ Bagaimanakah memahami kesimpulan ini? Tampaknya kebaikan dan kasih setia TUHAN tidaklah diukur dari ada masalah/kesulitan atau tidak. Kebaikan dan kasih setia TUHAN juga dapat dirasakan ketika mereka berada dalam kesulitan. Dalam tiap kesulitan yang harus mereka hadapi, mereka sungguh merasakan kebaikan dan kasih setia TUHAN yang telah memampukan mereka menghadapinya. Dalam menempuh perjalanan yang penuh bahaya, TUHAN melindungi, memberikan kekuatan dan pertolongan. Sungguh kebaikan dan kasih setia TUHAN tak perlu diragukan.
Apakah dalam liku-liku perjalanan hidup ini, Saudara juga dapat merasakan kebaikan dan kasih setia TUHAN yang terus bekerja?

Kebaikan dan kasih setia TUHAN semakin nyata ketika kita mengusap air mata

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*