suplemenGKI.com

Senin, 20 Februari 2012

Ulangan 10:12-15

Seorang pemudi berpacaran dengan pemuda pujaan hatinya. Si pemudi seorang yang cantik, pintar dan berbakat, model terkenal di kotanya. Si pemuda seorang guru sederhana yang setia mengabdikan diri untuk dunia pendidikan. Enam bulan menjelang pernikahannya, si pemuda mendapatkan tugas mengajar anak-anak desa di pinggir hutan di salah satu pulau negeri ini. Sungguh luar biasa, si pemudi tetap mau menikah dengan pemuda itu dan rela meninggalkan segala miliknya. Mereka hidup sederhana di pinggir hutan dan membangun pendopo yang menjadi tempat cangkrukan penduduk desa dan semua anak warga desa.Setiap hari di pendopo itu ada canda dan tawa serta sharing kehidupan. Si istri dengan sukacita mengajarkan tentang gaya hidup sehat, menyanyi dan menari untuk ibu-ibu, remaja putri dan anak-anak. Mereka berdua menjadi pasangan suami istri yang memberikan banyak inspirasi bagi warga desa sehingga desa itu semakin maju. Ketika ditanya mengapa ia mau meninggalkan gemerlap dunia model dan hidup di pinggir hutan yang sepi, ia benjawab: “Cinta besar suamiku membuatku ingin selalu bersamanya. Asal ada dia di sampingku, cukuplah itu bagiku”.

Jika orang merasa dicintai, akan ada kekuatan untuk meninggalkan segala sesuatu demi hidup bersama sang kekasih. Andai saja semua orang percaya merasakan cinta TUHAN yang besar, maka memenuhi apa yang TUHAN minta yaitu hidup takut akan TUHAN dan berpegang pada perintah-Nya bukanlah hal yang sulit. Apakah itu menjadi bagian dari kehidupan kita? Mari kita melihat hubungan cinta TUHAN dan umat-Nya dalam bacaan hari ini.

Pendalaman teks Alkitab

Ayat 12-13 : Apakah yang diminta TUHAN dari kehidupan umat-Nya?
Ayat 14-15 : Apakah yang menjadi dasar umat memenuhi apa yang TUHAN minta?

Renungan

Kitab Ulangan merupakan kotbah perpisahan Musa sebelum menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Yosua. Musa mempersiapkan hati umat Israel untuk memasuki negeri Kanaan. Pesan-pesan Musa dalam pasal 10 ini secara khusus dilatarbelakangi oleh peristiwa pemberian loh batu baru yang merupakan tonggak bersejarah yang menyatakan bahwa ALLAH berkenan membaharui perjanjian-Nya dengan umat-Nya. Sekalipun perjanjian itu pernah diingkari dan dirusak umat Israel, tapi ALLAH tetap setia menyatakan kasih-Nya. Oleh karena itu Musa mengingatkan umat Israel tentang siapa TUHAN dalam sejarah kehidupan mereka dan apa yang diminta TUHAN dari kehidupan umat-Nya.

TUHAN meminta umat-Nya hidup dalam takut akan TUHAN, hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi DIA, beribadah kepada TUHAN, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN. TUHAN ingin umat-Nya mengabdikan hidup kepada-Nya. Inilah hukum yang menuntut kasih besar dari umat TUHAN.

Apakah permintaan TUHAN ini bukan hal yang berlebihan? Mampukah umat memenuhi permintaan TUHAN?
Musa mengingatkan umat bahwa ini bukanlah permintaan yang berlebihan karena sesungguhnya TUHAN terlebih dulu mengasihi umat Israel dan nenek moyang mereka. TUHAN, Sang Penguasa kehidupan yang maha besar telah menyatakan kasih-Nya kepada Israel sejak dulu. TUHAN telah memilih Israel sebagai umat yang dikasihi-Nya. Hati TUHAN terpikat oleh Israel. Ini berarti seharusnya umat telah merasakan kasih TUHAN yang besar sehingga dengan kasih yang besar pula umat mengabdikan hidup seutuhnya kepada-Nya. Kasih kepada ALLAH adalah titik pusat jawaban Israel pada TUHAN (YAHWE). Hubungan kasih TUHAN dan umat-Nya bukanlah cinta bertepuk sebelah tangan. Kasih TUHAN menyentuh hati umat. Kasih TUHAN menghidupi, menguatkan dan menggerakkan umat untuk hidup dan berjalan dalam kasih yang utuh dan tulus kepada-Nya.

Apakah saudara merasakan kasih TUHAN yang besar? Sedalam apakah Saudara mengasihi TUHAN? Bukalah hati untuk selalu diisi kasih TUHAN yang besar, niscaya Saudara pun akan memiliki gairah untuk setia mengasihi-Nya dengan sepenuh hati, jiwa, akal budi dan kekuatan. Kasih-Nya mengobarkan kasih kita. Kasih-Nya memberi kita kekuatan untuk mengabdikan hidup kepada-Nya; hidup di jalan yang ditunjukkan-Nya, beribadah kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya. Sekalipun dunia dengan segala kesenangan di dalamnya memiliki daya pikat yang bisa menjatuhkan orang percaya namun kasih TUHAN adalah daya pikat yang melebihi apa pun. Mari mengabdikan hidup kepada-Nya dengan penuh cinta.

Ku ingin selalu merajut kasihku dengan kasih TUHAN, hatiku dengan hati TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«