suplemenGKI.com

Sabtu, 11 Mei 2013
Wahyu 22: 18-21

Pengantar 

Seorang gadis menantikan kedatangan kekasihnya yang sedang bekerja di luar negeri. Sang kekasih berjanji akan segera datang untuk meminangnya. Setiap kali membaca pesan dari sang kekasih, si gadis semakin bersemangat menyiapkan diri menyambut kedatangan kekasihnya. Namun ternyata ini tidak mudah karena sang kekasih tak kunjung datang. Untuk itu ia berdoa dan selalu memohon agar kasih karunia TUHAN terus menyertai. Ia yakin bahwa kasih karunia TUHAN akan memampukannya untuk selalu tabah dan tak kehilangan pengharapan.

Menanti di tengah kesepian dan penderitaan memang tidak mudah. Apakah Saudara pernah mengalaminya? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman 

• Ayat 18-19 : Mengapa perkataan-perkataan dalam kitab Wahyu tidak boleh ditambah atau dikurangi?
• Ayat 20 : Mengapa kedatangan TUHAN YESUS kembali ditegaskan dalam ayat ini?
• Ayat 21 : Apakah makna ayat ini dalam konteks jemaat pada waktu itu dan sekarang?

Bagian ini berfungsi sebagai penutup Kitab Wahyu. Dalam bagian ini Yohanes mengingatkan akan bahaya mengubah isi kitab ini. Ini juga merupakan peringatan terhadap penyelewengan atau penyesatan terhadap ajaran kitab Wahyu. Peringatan ini diberikan agar umat TUHAN kembali menyadari bahwa apa pun yang dilakukan akan dinilai TUHAN, apabila Ia datang kelak. Peringatan ini adalah bagian dari tuntunan sikap yang siap menantikan kedatangan TUHAN.

Di tengah kesulitan dan penderitaan yang dialaminya, Jemaat terus menantikan kedatangan TUHAN dengan penuh kerinduan. Hal ini tampak jelas dengan diulangnya kalimat dalam ayat 20 : “ Ya, AKU datang segera!” Amin; datanglah TUHAN YESUS! Di tengah penganiayaan yang mengerikan di masa itu, orang Kristen mengharapkan kedatangan TUHAN YESUS segera. Dan dalam masa penantian inilah, mereka meyakini bahwa kasih karunia TUHAN YESUS menyertai semua orang kudus. Hal ini ditegaskan dengan kata “Amin” yang menutup kitab Wahyu.

Sesungguhnya meyakini kasih karunia TUHAN YESUS yang selalu menyertai menambah semangat dalam masa penantian walau sesulit apa pun keadaan yang akan dijalani.

Refleksi
Ambillah hening sejenak. Hitunglah telah berapa lama Saudara hidup di dunia ini? Berapa tahun? Berapa bulan? Berapa hari? Berapa jam? Berapa menit? Berapa detik? Apakah hidup Saudara singkat atau panjang? Apakah selama ini Saudara merasakan kasih karunia TUHAN yang terus menyertai? Bila melihat hitungan waktu hidup Saudara di dunia ini, berapa banyak kasih karunia TUHAN yang telah menyertai hidup Saudara? Sudahkah Saudara mensyukurinya? Yakinkah Saudara bahwa kasih karunia TUHAN akan terus menyertai perjalanan hidup selanjutnya?

Tekadku
TUHAN, tolonglah aku agar selalu mantap melangkah dalam iman akan kedatangan-Mu. Apabila di masa penantian ini gelombang kehidupan menerjang, buatlah aku selalu yakin bahwa kasih karunia-Mu menyertaiku selalu.

Tindakanku
Aku akan menjumpai atau menelepon teman yang sedang berjuang menghadapi kesulitan hidup atau pun sakit penyakit. Aku akan meyakinkan dia bahwa kasih karunia TUHAN menyertai perjuangannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«