suplemenGKI.com

Selasa, 8 Maret

Kejadian 3:8-24

Melihat kasih karunia di balik derita dan pergumulan yang ada bukanlah suatu hal yang mudah.  Namun memang pemeliharaan Allah memang tidak dapat dianulir oleh tindakan dosa manusia. Kasih karunia Allah sedemikian luar biasanya sehingga dapat melampaui dosa sebesar apapun juga.- Ada pendapat yang mengatakan bahwa seandainya tidak ada si ular di taman Eden itu, tentulah manusia tidak jatuh ke dalam dosa. Setujukah Saudara dengan pendapat tersebut? Menurut Saudara, sebenarnya siapakah pihak yang paling bertanggungjawab atas kejatuhan manusia itu? Mengapa

- Mengapa Allah memanggil dan mencari Adam dan Hawa yang sedang bersembunyi? Bukankah Dia adalah Allah yang mahatahu? Apakah yang sesungguhnya dicari Allah?

- Pernahkah Saudara jatuh ke dalam dosa? Apakah yang reaksi Saudara sama dengan reaksi Adam dan Hawa ketika jatuh ke dalam dosa?

Renungan:

Kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa memberikan pola perilaku orang yang berbuat dosa. Pada waktu orang berbuat dosa, di dalam dirinya akan muncul perasaan takut. Adam dan Hawa yang sebelumnya bergaul akrab dengan Tuhan, kini menjadi takut berjumpa dengan Tuhan. Hal ini menandakan rusaknya hubungan antara Allah dan manusia. Kadang tanda kerusakan itu sangat jelas, yaitu merasa malu untuk berjumpa dengan Tuhan. Banyak orang berdosa yang merasa tidak layak untuk datang beribadah. Mereka melarikan diri, mereka bersembunyi dengan cara menenggelamkan diri di dalam kesibukan sehari-hari, atau dalam hal lainnya. Tapi kadang tanda kerusakan itu hanya Nampak secara samar, hanya ada rasa enggan saja. Ketika kita merasa enggan untuk bersekutu dengan Tuhan, itu menandakan rusaknya hubungan kita dengan Tuhan. Celakanya seringkali kita menuruti perasaan enggan tersebut sehingga hubungan kita dengan Tuhan semakin renggang.

Terhadap Adam dan Hawa yang sedang bersembunyi itu, Allah menyuarakan panggilan anugerah-Nya. Seruan untuk membereskan dosa, seperti yang juga disuarakan oleh nabi Yesaya dalam kitab Yesaya 1:18. Ini bukanlah seruan yang lahir dari rasa ingin tahu Allah tentang apa yang terjadi. Karena Allah mahatahu. Ini adalah seruan untuk pemulihan hubungan yang telah rusak itu. Pemulihan hubungan itu terjadi melalui sebuah pengakuan. Allah bukan sedang mencari Adam dan Hawa karena Dia tidak tahu di mana lokasi persembunyian mereka. Tetapi Allah sedang mencari dan menunggu pengakuan Adam dan Hawa. Sekarang ini Allah juga melakukan hal yang sama terhadap para pendosa. Dia sedang menggemakan panggilan anugerah-Nya agar kita mau datang untuk mengakui dosa kita serta mengalami pemulihan hubungan.

Sayangnya, seruan kasih karunia itu ditanggapi dengan tidak semestinya. Alih-alih mengakui dosanya dengan maksud memohon ampun, manusia malah mencari kambing hitam. Adam dan Hawa berusaha membenarkan diri mereka sendiri dengan cara menyalahkan pihak lain. Sehingga hubungan yang sudah rusak itu semakin rusak saja. Adam menyalahkan Hawa, yang ujung-ujungnya menyalahkan Allah yang telah menempatkan Hawa di sisi Adam. Sebenarnya siapa yang seharusnya bertanggungjawab atas dosa yang terjadi itu? Allahkah? Bukankah Allah menempatkan Hawa sebagai seorang penolong, dan Adam menyambut kehadiran Hawa itu dengan sukacita? Semua anugerah dan berkat Tuhan yang kita terima akan berubah menjadi musibah bila tidak kita pakai untuk memuliakan Allah.

Kemahakuasaan Allah Nampak pada bagaimana Dia bekerja di dalam keadaan yang tidak ideal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*