suplemenGKI.com

Kamis, 11 Agustus 2011

Roma 11:1-6

Sepasang suami-istri mengadopsi seorang anak perempuan dari panti asuhan. Mereka ingin mengasuh dan membesarkan anak itu seperti anaknya sendiri. Sementara itu keluarga ini telah dikaruniaI seorang anak laki-laki. Beberapa hari setelah anak adopsi menjadi bagian dari keluarga, anak laki-laki itu protes, ia tidak mau ke keluar kamar sebab ia merasa kasih sayang dan perhatian orang tuanya sekarang bukan untuknya. Dia merasa ayah dan ibunya tidak lagi menyayanginya. Menurut Saudara, ketika suami-istri ini mencurahkan kasih sayangnya untuk anak baru mereka, apakah mereka tidak lagi menyayangi anak kandungnya?

Pendalaman Teks Alkitab

Dalam perikop ini TUHAN menunjukkan kasih karunia-Nya kepada Israel yang dikaitkan dengan kasih karunia yang TUHAN juga berikan kepada bangsa-bangsa lain.

Ayat 1- 2: Apakah yang ingin ditegaskan Rasul Paulus dalam ayat ini?
Ayat 3-6 : Pelajaran apakah yang diberikan TUHAN kepada Elia?

Renungan

Di tengah keyakinanan bahwa kasih karunia TUHAN diberikan kepada semua bangsa, Rasul Paulus ingin menjelaskan penghayatan imannya sebagai orang Israel yang adalah umat ALLAH. Ketika tidak ada lagi batas Yahudi dan non Yahudi, ketika kasih karunia TUHAN diperluas kepada bangsa-bangsa lain, apakah itu berarti Israel kehilangan kasih karunia sebagai umat pilihan ALLAH? Apakah itu berarti Israel telah ditolak ALLAH?

Rasul Paulus menegaskan bahwa ALLAH tidak menolak umat-Nya karena DIA sendiri yang telah memilih umat-Nya. Kata dipilih-Nya berasal dari kata Yunani proegno yang secara hurufiah berarti “telah dikenal sebelumnya”. ALLAH mengetahui baik buruknya umat Israel. Oleh karena itu kalau IA telah memilih umat-Nya dengan penuh kasih maka dasar pemilihan Israel sebagai umat ALLAH adalah kasih ALLAH, bukan karena kebaikan dan kelebihan mereka. Justru karena Israel dipilih ALLAH berdasarkan kasih karunia-Nya maka pemilihan itu tidak mungkin goyah, dan ALLAH tidak mungkin menolak Israel.

Paulus menjelaskan pemahaman ini dengan mengingatkan orang-orang Yahudi pada pengalaman pergumulan Elia menghadapi nabi-nabi Baal. Elia sempat berpikir bahwa ia sendiri yang benar tapi ALLAH menunjukkan bahwa masih ada 7000 umat Israel yang tidak pernah sujud menyembah Baal. Peristiwa ini mengingatkan bahwa dalam kehidupan umat Israel, tidak pernah seluruhnya benar dihadapan TUHAN namun demikian di tengah-tengah bangsa itu selalu ada sisa yang kesetiaannya tidak pernah berubah atau pun imannya goyah.

Hal ini menegaskan bahwa tidak ada bangsa atau gereja yang diselamatkan secara massal, tapi umat pilihan ALLAH tetaplah ada. Merekalah orang-orang yang sungguh menyerahkan hati dan hidupnya kepada ALLAH. Orang diselamatkan bukan karena agamanya atau bangsanya tapi karena ia mengambil keputusan pribadi mempersembahkan hidup kepada ALLAH. Kasih karunia ALLAH tidak pernah dicabut. Israel tidak akan pernah kehilangan kasih karunia itu apabila setia hidup di jalan kebenaran yang ditunjukkan ALLAH. Sebaliknya kasih karunia yang diberikan kepada Israel malah diperluas kepada bangsa-bangsa lain juga.

Pernahkah Saudara meragukan kasih karunia ALLAH bagi Saudara? Kasih karunia ALLAH selalu ada. Yakinlah bahwa kasih karunia ALLAH tak terbatas dan tak pernah habis. Oleh karenanya sediakan diri Saudara menjadi alat untuk memperluas kasih karunia TUHAN bagi semua orang.

Syukurilah kasih karunia yang diberikan TUHAN kepada orang lain dan janganlah meragukan kasih karunia TUHAN untukmu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*