suplemenGKI.com

Kasih Dan Ketaatan

26/05/2012

(Yohanes 15:9-17)

Di sebuah kota yang tingkat kriminal dan penganggurannya tinggi, tinggallah seorang anak berumur 10 tahun bernama Trevor.
Melihat dan menyaksikan keadaan sekitarnya Trevor bersumpah kepada Tuhan “Tuhan, aku bersumpah akan merubah dunia menjadi lebih baik, dan hal itu akan ku mulai dari orang terdekatku”.
Orang pertama yang ditolongnya adalah ibunya, pecandu alkohol dan menyukai dunia malam. Untuk menolong ibunya Trevor selalu mengganti semua whiskey yang ada di dalam kulkas dengan air biasa.
Perbuatan Trevor membuat ibunya sadar dan bertanya kepadanya “Mengapa engkau melakukan hal ini?”. Trevor menjawab, “ Karena aku mengasihimu, Ibu…” Mereka berduapun menangis bersama, dan berkat tindakan Trevor, ibunya meninggalkan kebiasaan buruknya.
Lalu, Trevor pun berkata kepada ibunya, “Ibu, jangan lupa; lakukan hal ini kepada yang lainnya”. Maria, ibunya termenung, dan teringat akan ibunya, Anna. Yang pernah melakukan hal mengecewakan yaitu menggunakan uang tabungan untuk biaya kuliahnya secara diam-diam yang mengakibatkan cita-citanya hancur.
Teringat perkataan anaknya, Maria menangis dan menyesali perbuatannya dahulu. Dengan segera Maria menuju rumah ibunya.
Anna sangat terkejut, karena putrinya mau berkunjung ke rumahnya.
Maria segera memeluk ibunya dan berkata “Maafkan aku ibu, aku mengasihimu”. Mendengar hal ini Anna meneteskan air mata, mereka berpelukan, mereka berdamai kembali. Mereka hidup dalam cinta kasih.
Maria berkata “Ibu, jangan lupa lakukan hal ini kepada yang lain….”.
Bagi orang yang mengasihi Bapa, kehidupan yang saling mengasihi harus diwujudkan dalam perkataan dan perbuatan. “Sebagaimana Bapa mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu (Yohanes 15:9).
Kehadiran Bapa dalam diri setiap orang percaya akan nyata jika orang percaya menuruti perintah Yesus, seperti Ia mengasihi dan mentaati perintah Bapa-Nya. Seseorang tinggal di dalam Yesus, ia terkait dengan Bapa dan terkait dengan sesama. Selain menghasilkan buah kehidupan dalam kasih juga menghasilkan sukacita dan damai sejahtera.
Perintah untuk saling mengasihi telah dilakukan Trevor dengan memberikan kasih kepada ibunya.
Ajakan Yesus untuk hidup dalam kasih juga telah dilakukan Trevor dengan penuh ketaatan kepada Tuhan. Ketika perintah itu juga ditujukan kepada kita, sudahkah kita melakukannya dengan TAAT dan hidup dalam kasih?
Amin. ( SR )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Next Post
»