suplemenGKI.com

Selasa, 13 Agustus2013
Mazmur 82

Pengantar
Salah satu topik yang sering dibicarakan di media massa adalah keadilan yang bisa diputarbalikkan. Di negeri ini banyak orang mencari keadilan. Orang-orang kecil seringkali menjadi korban ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Kapankah negeri kita menjadi negeri yang berkeadilan? Apakah yang dilakukan ALLAH ketika melihat ketidakadilan di dunia ini? Mari kita merenungkannya!

Pemahaman
• Ayat 1-2 : Apakah yang dilakukan ALLAH dalam sidang Ilahi?
• Ayat 3-7 : Apakah tujuan penghakiman yang dilakukan ALLAH?
• Ayat 8 : Apakah isi keyakinan Pemazmur pada ALLAH ?

Mazmur ini mempersaksikan tentang ALLAH yang bertindak sebagai Hakim yang mengadili. Pemazmur menggambarkan ALLAH berdiri dalam sidang Ilahi di antara para allah. IA menghakimi. Di sini kita melihat ALLAH di Sorga yang menghakimi para allah. Mazmur 82 ini mencerminkan pergulatan hebat umat Israel dalam bergaul dengan masyarakat sekitar yang didominasi oleh kekuatan para allah (dewa-dewa bangsa Kanaan) sehingga melakukan berbagai kejahatan. Gambaran para allah ini mencerminkan kekuasaan jahat yang menyebabkan munculnya berbagai kejahatan, antara lain para hakim yang korup. Kepada mereka, ALLAH berkata: “Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim?” Masalah pokoknya meliputi sikap para hakim yang lebih menguntungkan orang-orang tertentu yang mempunyai pengaruh di pengadilan. Para penguasa lalim ini dinasihati agar tidak lagi bersikap memihak, harus bersikap adil dan membela orang-orang tertindas. Oleh karena itu tujuan penghakiman ALLAH kepada para allah adalah: “ berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan”. ( ay 3).

Dalam Mazmur 82 ini, Pemazmur hendak menegaskan bahwa YAHWEH adalah satu-satunya ALLAH yang memenuhi langit dan bumi yang memancarkan keadilan, cinta kasih dan perdamaian serta kebenaran. Pemazmur mengakhiri kesaksiannya dengan kesimpulan dalam ayat 8: “ Bangunlah ya ALLAH, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa”.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah :
• Apakah selama ini aku telah berlaku adil?
• Apakah yang telah kulakukan untuk menyuarakan dan menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas dan diperlakukan tidak adil?
• Masihkah aku berharap pada kuasa TUHAN yang sanggup menegakkan keadilan?

Tekadku
TUHAN, ajarlah aku untuk berlaku adil dalam segala hal. Pakailah aku menjadi alatmu untuk menegakkan keadilan di mana pun sebab aku percaya Engkau adalah Hakim adil yang berkenan memakai manusia menjadi perpanjangan tangan-Mu.

Tindakanku
Mulai hari ini aku berdoa untuk upaya penegakan keadilan di negeri ini.
Mulai hari ini aku berjuang berlaku adil pada siapa pun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*