suplemenGKI.com

Kamis,28 Juni 2012

27/06/2012

Mazmur 30

“Nyanyian Syukur Atas Pengampunan Dosa”

 

Dalam relasi dan interaksi horisontal (hubungan dengan sesama) kita akan merasa senang dan lega apabila suatu saat kita dimaafkan oleh seseorang yang telah kita sakiti dan kita rugikan. Tentu akan ada berbagai ekspresi yang berusaha kita tunjukkan sebagai bentuk terimakasih karena kita telah dimaafkan. Jika dalam relasi horisontal saja kita memiliki etika yang sedemikian, maka sudah seharusnyalah jika dalam relasi vertikal (hubungan dengan TUHAN) kitapun mengekspresikan rasa syukur atas pengampunanNYA pada kita.

  • Apa yang melatarbelakangi Mazmur Daud di pasal 30 ini?
  • Berdasarkan Mazmur 30 ini, bagaimanakah kita seharusnya mengekspresikan rasa syukur atas pengampunan dosa yang telah kita terima dari TUHAN?

Renungan

Jika menengok tradisi Yahudi, maka kita akan tahu bahwa Mazmur 30 ini merupakan Mazmur yang biasa digunakan pada hari raya Pentahbisan Bait Allah-bandingkan dengan Yohanes  10:22-dimana pada hari itu orang Yahudi memperingati pentahbisan ulang Bait Allah setelah dihancurkan oleh musuh-musuh mereka pada abad ke-2 s.M. Yang menarik, meskipun Mazmur ini adalah ucapan syukur yang dinyanyikan secara bersama oleh umat Allah, namun sesungguhnya Mazmur ini bersumber dari pengalaman pribadi Daud. Daud adalah seorang yang telah mengalami begitu banyak berkat dan karunia TUHAN dalam banyak aspek di hidupnya. Namun, di tengah limpahan berkat itu, rupanya dia pernah begitu terbuai dan bertindak takabur sehingga akhirnya iapun jatuh dalam dosa,seperti terungkap dalam ayat 7. Kondisi ini menyadarkan Daud bahwa sehebat apapun dirinya, namun ia hanya manusia biasa yang tercipta dari debu. Tanpa campur tangan ALLAH secara penuh, maka hidupnya pasti hancur dan tersungkur akibat dosa yang membelenggu (ayat 7-11).

Kesadaran akan betapa rapuh dirinya tanpa ALLAH, membuat Daud dengan sepenuh hati mengungkapkan rasa syukur atas pengampunan dosa yang diterima dariNya. Daud mengekspresikan rasa syukur atas pengampunan dosa dalam bentuk Nyanyian. Apa sebenarnya maksud dari Nyanyian Daud ini?

  • Ucapan syukur Daud itu berisi nyanyian yang memiliki makna yang sangat penting dan mulia. Mengapa demikian? Karena nyanyian syukur Daud ini merupakan luapan yang memancar keluar dari hati yang benar-benar takjub akan kebersediaan ALLAH untuk mengangkat dirinya yang telah jatuh sedemikian dalam (ay.2-4)
  • Ucapan syukur Daud itu berisi sebuah nyanyian yang menggambarkan kerinduan untuk memberikan persembahan (ay.5a). Tentu saja persembahan yang dimaksud bukanlah persembahan yang bersifat materiil melainkan persembahan berupa tekad kuat (tidak berdiam diri-ay.13) untuk menjadi orang yang memuliakan TUHAN. Dan meski tidak secara gamblang Daud mengungkapkannya, namun dari ayat 5 & 13 ini kita bisa menangkap bahwa nyanyian syukur untuk memuliakan TUHAN itu haruslah merupakan sebuah praktek hidup yang berkenan kepada ALLAH sampai selama-lamanya.

Jika Daud sedemikian “tahu diri” dalam merespons pengampunan dosa dari ALLAH, sehingga dia menaikkan nyanyian syukurnya dengan sepenuh hati, lalu bagaimanakah dengan kita?

 

“Dosa membuat kita hancur, jika pengampunanNya diberikan pada kita, sudah sepatutnyalah kita menaikkan nyanyian syukur”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«