suplemenGKI.com

Bacaan : 2 Tesalonika 3 : 6 – 10.

Tema : Teladan Kehidupan.

PENGANTAR.

Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat Tesalonika, rasul Paulus menggambarkan dirinya sebagai seorang perawat yang dengan lembut merawat anak-anak kecil. Namun dalam surat yang kedua ini rasul Paulus menggambarkan dirinya seorang bapa yang mendisiplin anak-anaknya yang hidup kurang tertib. Untuk itu rasul Paulus harus memperbaikinya.

PEMAHAMAN.

  1. Apakah yang terjadi di jemaat Tesalonika ? (ayat 6)
  2. Teladan apakah yang diberikan rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika ? (ayat 7-9)
  3. Bagaimana nasehat rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika yang tidak mau bekerja ? ( ayat 10)

Pemberitaan tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua menimbulkan situasi yang tidak sehat di tengah-tengah jemaat Tesalonika. Banyak jemaat berhenti bekerja dan meninggalkan usahanya demi menantikan kedatangan Tuhan Yesus kembali, dengan penantian yang disertai luapan emosi. Entah berapa lama jemaat Tesalonika telah berhenti bekerja ? yang pasti adalah bahwa hal tersebut dikemudian hari menjadi persoalan, karena mereka yang tidak memiliki harta benda lagi mengharapkan makanan dari teman-teman Kristen yang lain.

Untuk menyadarkan mereka rasul Paulus memberikan contoh dari dirinya sendiri. Sepanjang hidupnya rasul Paulus telah bekerja dengan tangannya sendiri. Sebagai orang Yahudi rasul Paulus menjunjung tinggi pekerjaan. Ia tidak malu bekerja sebagai pembuat tenda untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Yang penting bagi rasul Paulus adalah bahwa ia bekerja dengan jujur. Itulah teladan kehidupan yang dari rasul Paulus agar jemaat Tesalonika dapat mengikuti teladan rasul Paulus. Sehingga ketika ia menasehati jemaat Tesalonika ia tidak sekedar berbicara tetapi ada teladan yang diberikan.

Dengan nada keras rasul Paulus menasehati jemaat Tesalonika, “jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”. Nasehat rasul Paulus ini juga mengingatkan kita agar kita tetap giat bekerja. Hasil dari pekerjaan kita dapat mencukupkan kebutuhan kita dan juga untuk dipersemhahkan bagi pekerjaan Tuhan. Amin.

REFLEKSI.

Renungkanlah : kita sebenarnya berada di akhir jaman, dan sedang menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Milikilah semboyan, ORA ET LABORA, Berdoa dan Bekerja.

TEKADKU.

Ya Tuhan, kiranya saya terus dapat bekerja dengan semangat dan sukacita, sehingga hasilnya dapat berguna bagi keluarga dan pekerjaan-Mu.

TINDAKANKU.

Saya harus bekerja keras dengan disertai Doa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«