suplemenGKI.com

Mazmur 106:19-23

 

Ingat Karya-Nya, Beribadah Kepada-Nya

 

Pengantar
Di dalam ayat 13 – 33 yang menjadi konteks dari bacaan kita hari ini, Pemazmur menyebutkan 5 (lima) dosa yang dilakukan bangsa Israel di padang gurun, yaitu: (1) Mencobai Allah, ay. 13-15; (2) Cemburu kepada Musa dan Harun, ay. 16-18; (3) Penyembahan berhala di Horeb, ay. 19-23; (4) Menolak merebut tanah perjanjian, ay. 24-27; (5) Menyembah dewa Baal di gunung Peor, ay. 28-31. Namun hari ini kita akan fokus merenungkan tentang penyembahan berhala di Horeb. Pemahaman

- ay. 19            : Apakah yang membuat bangsa Israel memilih patung anak lembu
sebagai “allah” yang disembah di Horeb?

- ay. 23           : Mengapa Allah sedemikian murka atas penyembahan berhala ini,
sampai Dia hendak memusnahkan mereka?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang dosa bangsa Israel ini, kita perlu mengingat apa yang dikatakan Pemazmur dalam ayat 13, “Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya”. Nampaknya hal inilah yang menjadi penyebab bangsa Israel jatuh ke dalam berbagai tindakan dosa. Mereka enggan untuk mengingat-ingat apa yang telah diperbuat Allah dalam hidup mereka. Sebaliknya, mereka mengingat bagaimana bentuk dewa dewi di tanah Mesir. Hal ini kemungkinan diperparah oleh keadaan di mana bangsa Israel tidak pernah melihat wujud Allah yang telah menyelamatkan mereka, sedangkan di sisi lain mereka telah terbiasa melihat dewa dewi Mesir. Karena itulah mereka mengharapkan sosok wujud allah dan Harun membuatkan patung anak lembu emas tersebut. Nampaknya wujud lembu dipilih terkait dengan wujud salah satu dewa yang disembah di Mesir, yaitu dewa Apis. Dewa ini dipercayai sebagai dewa kesuburan dan suatu regenerasi atau pembaruan. Sebab menurut mitosnya, dewa Apis mempunyai hubungan dengan dewa kebangkitan dan juga dewa kelahiran.

Peristiwa tersebut membuat Allah sangat murka. Betapa tidak, jelas-jelas yang membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir adalah Allah. Dewa Apis hanya diam saja karena meski patungnya ada, tapi dia tidak dapat mendengar, pun melihat kesengsaraan bangsa Israel. Jadi bagaimana mungkin ia bisa bertindak. Bangsa Israel benar-benar “melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir: perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau” (ay. 21-22). Lebih parahnya lagi, mereka melakukan perjinahan rohani itu di gunung Horeb, gunung Allah. Di tempat inilah beberapa minggu sebelum munculnya patung anak lembu itu Allah telah menyatakan kedahsyatan-Nya yang luar biasa melalui  guruh dan kilat, sehingga membuat seluruh bangsa Israel yang ada di perkemahan gemetar (Kel. 19:16).

Refleksi
Betapa pentingnya mengingat berbagai karya Allah dalam hidup ini. Tanpa ingatan itu, bangsa Israel telah menggantikan kemuliaan Allah dengan penyembahan berhala.

Tekad
Doa: Tuhan, tolonglah saya agar terus mengingat karya-Mu yang tiada henti dalam hidup ini. Amin.

Tindakan
Saya akan membuat daftar 10 (sepuluh) karya Allah dalam hidup saya sepanjang hari ini

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«