suplemenGKI.com

KESUKAAN TUHAN

Mazmur 70

 

PENGANTAR
Kemarin kita belajar bersama bagaimana seharusnya sikap orang percaya dalam setiap musim kehidupan.  Pemazmur menjadi teladan yang menguatkan agar tidak menyerah, tidak kompromi tetapi hidup berintegritas dan terus melangkah sembari menata diri lebih baik.  Itulah bukti mengandalkan Tuhan.  Hari ini kita akan belajar bagaimana Daud mengandalkan Tuhan yang tercermin bagaimana sikapnya terhadap lawan-lawannya.  Mari kita baca dan pelajari! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 3-4          : Apa yang pemazmur harapkan dari Allah bagi para lawannya?
  • Ayat 5             : Apa yang pemazmur yakini tentang pertolongan Allah?
  • Pernahkah anda mengalami keadaan sulit dikepung oleh lawan yang menginginkan diri kita celaka?  Bagaimana sikap kita?  Apakah kita melakukan yang Dia suka?

Mazmur 70 ini diawali dengan perkataan Daud dalam perjumpaannya dengan TUHAN “Ya Allah, bersegeralah melepaskan aku, menolong aku, ya TUHAN!” (ay.2).  Daud menyadari bahwa sehebat apa pun dirinya, ada saatnya harus sungguh-sungguh mengakui keterbatasan dirinya dalam menghadapi masalah.  Ada saatnya harus mengakui bahwa manusia memerlukan TUHAN.  Kesadaran itulah yang diungkapkan pemazmur dalam doanya.  Pengakuan ketidakberdayaan diri sekaligus pengakuan keperkasaan dan kepeduliaan TUHAN.  DIA menjadi tumpuan Pemazmur untuk lepas dari semua pergumulan yang menghimpitnya. Ia tidak berhenti hanya sampai permohonan agar dirinya ditolong, tetapi juga agar kebenaran dan kemuliaan Tuhan dinyatakan.

Apa yang Pemazmur lakukan agar kebenaran dan kemuliaan TUHAN dinyatakan melalui pergumulan hidupnya?  Yang pasti adalah Pemazmur melakukan yang Tuhan suka melalui sikapnya terhadap para lawannya.  Ayat 3-4 “Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu mereka yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan kena noda mereka yang mengingini kecelakaanku; biarlah berbalik karena malu mereka yang mengatakan: “Syukur, syukur!”  Yang dirindukan dan diminta pemazmur bukanlah pembalasan demi pembalasan terhadap para lawannya.  Daud meyakini TUHAN yang akan bertindak sehingga kebenaran dan kemuliaan-Nya yang terpancar.  Yang diminta Pemazmur ialah agar Tuhan memulihkan kegirangan dan kesukaan yang memang merupakan janji Tuhan untuk orang yang mengasihi dia.  Sehingga Daud berkata “Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya TUHAN, janganlah lambat datang!”  Iman yang disertai dengan semangat menyatakan kebenaran dan kemuliaan-Nya bukan bertindak sesuka hati terhadap para lawannya.

REFLEKSI
Mari renungkan: dalam setiap musim kehidupan seharusnya tidak melemahkan semangat untuk tetap memancarkan kebenaran dan kemuliaan-Nya. Itulah yang TUHAN suka.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku untuk memiliki kedekatan dengan-Mu sehingga mampu melakukan yang Engkau suka yaitu kebenaran dan kemuliaan-Mu tetap terpancar melalui sikap dan perbuatan kami terhadap para lawan yang menginginkan hidup kami celaka.

TINDAKANKU
Aku tidak mau membalas dan mencelakakan lawanku.  Yang harus aku lakukan adalah berdoa bagi para lawan  agar Tuhan yang berkarya.  Sehingga kebenaran dan kemuliaan-Nya yang akan terpancar!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«