suplemenGKI.com

Kamis, 9 Mei 2019

08/05/2019

TIDAK ADA PEMBEDAAN

Wahyu 7:9-17

 

Pengantar
Status sebagai umat Allah dijamin oleh Allah dan akan disempurnakan ketika semua orang percaya dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bangsa di hadapan takhta Allah di surga. Tidak ada lagi pembedaan sebab Allah yang memilih dan mempersatukan seluruh umat-Nya. Bagaimana dengan gambaran tentang umat Allah di surga menurut penglihatan Yohanes?

Pemahaman

  • Ayat 9                     : Bagaimana Yohanes menggambarkan penglihatannya tentang kondisi yang ada di surga?
  • Ayat 10-12            : Siapa sajakah yang ada dalam penglihatan Yohanes? Apakah yang mereka lakukan?

Yohanes melihat sekumpulan orang banyak yang tidak terhitung banyaknya yang berasal dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, orang banyak berada di hadapan tahta Allah dan Anak Domba sebagai pencipta dan penebus mereka. Ini adalah gambaran tentang gereja secara universal yang mencakup seluruh dan seutuhnya umat tebusan segala bangsa sampai akhir zaman seperti yang Yesus Firmankan: “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Mat. 24:14). Kumpulan orang banyak tersebut mengenakan jubah putih sebagai simbol kesucian yang juga merupakan penggenapan janji Tuhan Yesus kepada jemaat di Sardis bahwa orang-orang yang setia akan dikenakan pakaian putih (3:4, 5), serta jiwa-jiwa yang berada dibawah mezbah juga diberikan pakaian putih (6:11; lihat juga 3:18; 4:4; 7:13). Mereka memegang batang daun palem di tangan mereka sebagai tanda sukacita dan kemenangan. Seolah-olah Yohanes ingin menjelaskan betapa besar sukacita dan ucapan syukur atas penebusan Kristus yang telah mereka terima untuk selama-lamanya. Setidaknya Yohanes pernah menggambarkan sukacita yang besar dalam peristiwa ketika Tuhan Yesus memasuki Yerusalem banyak orang mengambil daun-daun palem untuk menyambut Dia (Yoh. 12:13)

Semua orang kudus, tidak terkecuali adalah sama di mata Allah. Di surga tidak ada pemisahan dan pembedaan, sebab meskipun semua orang dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa adalah umat Allah yang bersama telah mengalami karya penebusan Anak Domba untuk bersukacita merayakan kemenangan-Nya dan menyembah Allah. Mereka menaikkan pujian kepada Allah dan anak domba dengan penuh sukacita dan kegirangan (Ay. 10-12). Pujian mereka mengisyaratkan sifat-sifat Allah seperti kuasa, kekuatan, kemegahan, kemuliaan, keagungan, kekayaan dan kehormatan sebagai pujian ucapan syukur atas keselamatan melalui karya Anak Domba. Keunikan pujian di surga tersebut terletak pada pujian yang dinaikkan secara seia sekata meskipun tentunya mereka berasal dari bangsa dan suku dan kaum dan bahasa. Pusat penyembahan mereka adalah Allah dan motivasi mereka adalah memuliakan Allah. Seolah-olah, ini menghapuskan hukuman Babel atas kekacauan bahasa mereka dahulu karena ketidaktaatan. 

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana kita menyikapi banyaknya perbedaan antar sesama (pendapat, suku, agama, prinsip, dll)? Apakah perbedaan yang ada masih membuat kita tidak bisa bersatu seperti apa yang dikehendaki oleh Tuhan?

Tekadku
Ya Tuhan tolong saya untuk bisa menerima setiap perbedaan yang ada untuk saling melayani dan memperlengkapi di manapun saya berada untuk memuliakan nama-Mu.

Tindakanku
Saya tidak akan cepat marah atau tersinggung ketika mulai ada perbedaan dalam pelayanan dan pekerjaan. Saya akan mengatasinya dengan terus bersyukur dengan ada perbedaan, Tuhan ingin saya bisa bersatu dan saling mengasihi untuk sama2 menyembah dan memuliakan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»