suplemenGKI.com

Kamis, 9 Juni 2016

08/06/2016

BERIMAN DI TENGAH PENDERITAAN

Mazmur 5:1-8

 

Pengantar
Pernyataan “Manusia tak dapat hidup tanpa orang lain” adalah benar. Oleh karena itulah kita berteman. Akan tetapi apakah teman selalu bisa menjadi andalan kita saat derita melanda? Jika demikian, kepada siapakah kita harus berlari di saat teman yang kita percaya tidak dapat kita andalkan? Untuk itu marilah kita merenungkan Mazmur 5:1-8.

Pemahaman

  • Ayat 2-4   : Keyakinan apakah yang dimiliki oleh pemazmur ketika ia berseru kepada Tuhan?
  • Ayat 5-7   : Dalam doanya, bagaimana Daud mengingat pertolongan yang Allah berikan kepada-Nya?
  • Ayat 8       : Apa yang menjadi tekad Daud ketika ia telah merasakan kasih setia Tuhan?

Mazmur ini adalah mazmur yang ditulis oleh Daud ketika ia dibuat susah dan menderita oleh musuh-musuhnya. Daud mengungkapkan isi hatinya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Daud mengungkapkan perselisihan antara orang-orang yang fasik dan orang-orang yang benar. Di ayat 2-4 menuliskan bahwa dengan penuh keyakinan Daud berteriak minta tolong kepada Tuhan. Daud beriman bahwa Tuhan akan mendengar teriakannya. Dia hanya menggantungkan penderitaan hidupnya kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Bahkan dia sendiri berjanji dan meyakinkan dirinya untuk berdoa kepada Tuhan pada waktu pagi hari. Di tengah-tengah hatinya yang remuk karema penderitaan hidup, Daud mau mempersembahkan kurban bagi Tuhan. Ia mau melakukannya karena dengan cara inilah ia mau memusatkan hati dan memulai harinya bersama dengan Tuhan.

Dalam doanya, Daud juga mengingat Allah yang membenci dosa ( v.5-7 ). Allah itu Kudus dan Adil. Ia akan membinasakan orang-orang yang fasik. Oleh sebab itu, ketika Daud telah merasakan bagaimana pertolongan Allah yang sungguh nyata, maka Ia bersukacita dan bersorak-sorai. Daud dengan segala kerendahan hati bersyukur kepada Tuhan dan menyembah-Nya. Melalui Mazmur 5:1-8 kita belajar mengarahkan mata hati kita untuk tetap beriman kepada Tuhan di tengah berbagai penderitaan hidup. Orang yang beriman kepada Tuhan akan menghidupi imannya dan menyenangkan hati Tuhan.

Refleksi
Mengawali hari ini, pandanglah sejenak ke luar. Lihatlah sekeliling dan pikirkanlah bahwa setiap orang pasti memiliki masalah dan penderitaannya masing-masing. Jika hingga detik ini kita masih bertahan, apakah Saudara yakin bahwa Tuhanlah yang memberikan semangat kepada kita untuk menang atas penderitaan hidup.

Tekad
Tuhan, kuserahkan hidupku ke dalam tangan kasih-Mu. Biarlah imanku tetap menyala-nyala dan percaya bahwa Engkau pasti mendengar seruan dan teriakku minta tolong kepada-Mu.

Tindakan
Aku akan mengambil waktu teduh sejenak untuk berdoa kepada Tuhan di pagi ini.  Aku mau membawa segala bebanku kepada-Nya karena aku percaya bahwa Ia mendengarkan doaku. Bahkan di saat aku tak mampu mengucapkan kalimat-kalimat doa, aku akan tetap bertelut di hadapan hadirat TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«