suplemenGKI.com

Kamis, 9 Juli 2020

08/07/2020

Benih Yang Bertumbuh

Bacaan Matius 13:1-9, 18-23

 

Pengantar
                Seorang penabur pasti berharap bahwa benih-benih yang ia taburkan akan jatuh di tanah yang subur dan dapat bertumbuh dengan baik. Namun ada kalanya benih itu jatuh di tempat yang tidak subur, mungkin karena faktor alam yaitu udara yang keras atau kencang.
Benih yang tidak jatuh pada tempat yang subur, ada kemungkinan ia tumbuh sebentar namun kemudian mati. Bagaimana Alkitab menceritakan bagian ini, mari kita perhatikan bacaan kita hari ini. 

Pemahaman
Ay 1-9, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan seorang penabur benih, dikondisi yang bagaimanakah benih itu jatuh?
Ay 18-23, Apa yang Tuhan Yesus jelaskan tentang penabur tersebut?
Ay 18-23, Siapa penabur, apa itu benih dan bagaimana tempat benih itu tumbuh?

Pada bagian ini Tuhan Yesus memberikan perumpamaan kepada orang banyak tentang penabur benih. Diceritakan bahwa penabur menaburkan benihnya, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakan benih itu sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya. Benih itu sempat tumbuh namun karena tanahnya tipis, ia hanya bertahan sebentar lalu mati. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, semakin besarlah semak itu semakin menghimpit benih itu dan akhirnya benih itu mati. Sebagian jatuh di tanah yang baik, bertumbuh bahkan berbuah ada yang seratus, enam puluh dan tiga puluh kali lipat.

Tuhan Yesus memberikan penjelasan dari perumpamaan tersebut. Benih yang jatuh dipinggir jalan lalu dimakan burung adalah orang yang mendengarkan firman Tuhan tetapi tidak mengertinya, lalu datanglah si jahat dan merampasnya. Benih yang jatuh di tanah yang berbatu adalah orang yang menerima kebenaran Firman Tuhan dan menerimanya dengan gembira, namun ketika ada kesusahan, penindasan dan aniaya, orang ini menjadi murtad. Benih yang jatuh di semak-semak duri adalah orang yang mendengarkan firman Tuhan, lalu kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan menghimpitnya, sehingga orang ini tidak dapat berbuah. Sedangkan benih yang jatuh di tanah yang subur adalah orang yang mendengarkan firman Tuhan itu mengerti dengan baik, sehingga orang itu dapat berbuah 100, 60, 30 kali lipat.

Tuhan Yesus memaparkan adanya empat kondisi seseorang yang menerima kebenaran firman Tuhan tersebut. Ada yang jatuh di jalan, di tanah berbatu-batu, semak duri dan di tanah yang subur. Tentunya Tuhan Yesus mengharapkan murid-murid-Nya dan orang banyak itu termasuk orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan mengerti kebenaran Firman tersebut (benih yang jatuh di tanah yang subur, sehingga dalam hidupnya dia dapat dilihat bahwa ia/mereka berbuah banyak.

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: Apakah firman Tuhan yang saya terima itu jatuh di tanah yang subur (hati saya)? Ataukah ditanah yang berbatu? Bagaimanakah kalau saya menjadi penabur benih firman Tuhan, terutama sikap saya?

Tekadku
Ya Tuhan, seringkali kami datang asal-asalan kepada-Mu, sehingga firman yang kami terima tidak bisa menjadi maksimal dalam hidup ini. Ajarkanlah kami ini mempersiapkan hati dengan baik ketika akan mendengarkan firman-Mu. Dengarkanlah doa kami ini Tuhan.

Tindakanku
Saya akan mempersiapkan diri dengan baik ketika akan membaca firman Tuhan, dan akan mendengarkan firman Tuhan melalui khotbah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»