suplemenGKI.com

PEKA MENDENGAR SUARA TUHAN

 

Mazmur 29:3-11

 

Pengantar
Tuhan menganugerahkan kepada kita indera pendengaran yang peka menangkap suara. Indera pendengaran berfungsi untuk menerima informasi yang berupa suara, diolah sebagai sebuah pesan di dalam pikiran, kemudian pikiran menentukan apakah pesan itu diterima atau ditolak, juga untuk disimpan atau untuk segera dilakukan. Pada bagian ini, Mazmur mengajarkan pentingnya mendengar suara Tuhan yang bukan hanya membutuhkan kepekaan indera pendengaran namun juga membutuhkan kepekaan iman dan perasaan.

Pemahaman 

  • Ayat 3-9       : Apakah yang dimaksud dengan suara-suara Tuhan tersebut?
  • Ayat 10-11   : Apakah kabar baik yang disampaikan Pemazmur dalam ayat-ayat ini?

Daud melalui Mazmur pada hari ini mau menyampaikan bahwa kita perlu memiliki kepekaan iman dan perasaan dalam mendengarkan suara Tuhan.  Suara Tuhan diperdengarkan melalui apa saja? Tentu Firman Tuhan adalah suara Tuhan namun suara Tuhan juga dapat dikenali melalui kuasa-Nya atas kehidupan semua ciptaan dalam peristiwa hidup sehari-hari.  Pemazmur menggambarkan suara TUHAN didengar oleh benda-benda dan makhluk di alam ciptaan Tuhan seperti pohon, gunung, binatang-binatang.  Ketika mereka mendengar suara Tuhan yang penuh kuasa, maka ada perubahan besar yang terjadi. Bahkan gunung pun melompat lompat seperti anak lembu.

Suara Tuhan punya kuasa yang begitu besar atas alam semesta. Suara Tuhan mampu menggerakkan banyak hal. Jika Tuhan sudah mengeluarkan suara-Nya, tidak ada yang sanggup menolak untuk bergerak sebab suara Tuhan selalu mempunyai dampak yang besar. Begitu juga dengan suara Tuhan di dalam kehidupan kita. Suara-Nya memberi dampak yang besar bagi kehidupan kita. Jika alam bisa berubah oleh suara Tuhan, tentu kita juga dimampukan untuk berubah menjadi lebih baik ketika kita mau mendengar suara-Nya. Oleh karena itu marilah kita peka mendengar suara Tuhan sebab Dialah Sang Raja kehidupan. Kita bisa mengasah kepekaan iman dan perasaan untuk mendengar suara Tuhan dengan selalu mengarahkan hati kepada-Nya. Jangan biarkan kesibukan dan kepadatan kerja membuat kita hanya berkonsentrasi pada diri sendiri sehingga kita kekurangan waktu untuk menyadari kehadiran Tuhan. Ingat dan percayalah bahwa Tuhan adalah Sang Raja kehidupan yang patut terus dipandang, didengarkan dan dipermuliakan. Orang yang peka  mendengar suara Tuhan akan semakin mendapatkan kekuatan dan berkat damai sejahtera dalam kehidupannya

Refleksi
Ingatlah kita diberi dua telinga agar banyak mendengar. Apakah selama ini aku juga peka mendengar suara Tuhan ? Dalam pelbagai kondisi kehidupan ini, apakah aku lebih banyak mendengar suara Tuhan ataukah lebih mendengar suara pikiran sendiri? Apakah aku selalu merenungkan setiap peristiwa yang terjadi dengan bertanya, “apakah maksud Tuhan yang ingin DIA nyatakan melalui peristiwa ini?”.

Tekadku
Tuhan, mampukan aku untuk memiliki kepekaan iman dan perasaan untuk mendengar suara-Mu. Bantulah aku untuk makin mengarahkan hidupku pada maksud dan kehendak-Mu

Tindakanku
Aku mau menyediakan waktu untuk hening bersama Tuhan agar makin peka menyadari hadirnya suara Tuhan yang perlu kudengarkan.

  • Setiap hari aku akan mencatat apa saja suara Tuhan yang yang telah kudengarkan hingga menuntun dan membawaku untuk bergerak melanjutkan karya kehidupan yang lebih baik

Aku tidak akan melewatkan peristiwa-peritiwa kehidupan begitu saja tapi aku mau terus merenungkan agar peka mendengar suara Tuhan yang menyapaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«