suplemenGKI.com

Mazmur 119:1-8

 

Berbahagialah Orang Yang Hidup Menurut jalan Tuhan

Pengantar:

Seorang pemuda bergumul dengan kecanduan narkoba selama bertahun-tahun. Ia berusaha untuk melepaskan diri dari kecanduan itu dengan berbagai cara, namun seakan sia-sia. Suatu ketika ia berjumpa dengan seorang teman lamanya dan menceritakan perjuangan ingin lepas dari pengaruh narkoba itu. Temannya kemudian mulai bercerita pengalaman yang sama, bahkan ia sempat putus asa dan hampir bunuh diri. Di tengah kondisi demikian, ayahnya mengajak ia berdoa dan meminta pertolongan Tuhan untuk menunjukkan jalan-Nya. Sejak saat itu, ia bersama ayahnya selalu berseru dan setia bersekutu dengan Tuhan melalui beribadah, membaca firman Tuhan bersama dan melayani di gereja bersama. Alhasil, Tuhanpun memulihkan ia dari pengaruh narkoba. Ia berkata kepada temannya yang ingin pulih itu, Tuhan yang sama juga pasti akan membuka jalan untuk menolongmu, asal kau mau menuruti jalan-Nya.

Pemahaman:

  1. Apakah yang bisa membuat orang berbahagia menurut pemazmur? (v.1-3)
  2. Apakah sesungguhnya jalan menuju kebahagiaan itu? (v. 4-8)

Begitu banyak tawaran dunia yang menjanjikan kebahagiaan kepada manusia. Dunia menjanjikan kebahagiaan melalui harta, kekuasaan, popularitas, nama baik dan kedudukan. Tetapi selama itu tidak sesuai dengan jalan dan kebenaran Tuhan semuanya akan membawa pada kehancuran dan keterpurukan. Lalu apakah yang bisa membawa kita pada sebuah kebahagiaan sejati? Pemazmur dengan tegas mengatakan bahwa hanya orang-orang yang memilih hidup: takut akan Tuhan, menurut taurat Tuhan, memegang peringatan-peringatan Tuhan, mencari Tuhan dengan segenap hati, menurut jalan-jalan yang ditunjukkan Tuhan yang akan menikmati kebahagiaan sejati. Berbicara tentang kebahagiaan: sesungguhnya telah dipersiapkan dan disediakan oleh Tuhan kepada kita, kita hanya tinggal menikmatinya dengan cara mengulurkan tangan kepada Tuhan. Artinya, kebahagiaan sejati itu sudah menjadi milik kita ketika kita tidak memasukan hal-hal lain (kenikmatan dunia yang fana) segala yang di luar apa yang sudah Tuhan siapkan bagi kita, sebab Tuhan memang adalah sumber kebahagiaan sejati. Kuncinya: berpegang pada titah-titah dan ketetapan Tuhan, bersyukur dengan hati jujur dan tidak meninggalkan Tuhan.

 

Refleksi:
Saudara, seperti apakah posisi jalan-jalan Tuhan dalam hidupmu? Apakah itu merupakan yang pertama dan terutama dalam pilihan hidupmu?

 

Tekad:
Tuhan, terkadang saya begitu terobsesi dengan tawaran dunia dan memilihnya hanya untuk kebahagiaan sesaat. Namun diujung jalan dunia baru saya sadar bahwa itu sama sekali bukan jalan kebahagiaan yang sesungguhnya. Ampunilah saya yang telah memilih jalan salah.

Tindakan:
Mulai sekarang saya akan memilih untuk hidup menurut jalan Tuhan untuk menuju kebahagiaan hidup, karena hanya jalan Tuhanlah yang bisa mengantar saya pada kebahagiaan sejati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«