suplemenGKI.com

Mazmur 146:6-10

Ingatlah Akan Kesetiaan Dan Pemeliharaan-Nya

Martin Luther adalah seorang theolog besar abad ke 16, dia pernah merasa kuatir dan putus asa dalam waktu yang lama. Entah apa yang membuatnya diliputi kekuatiran yang berkepanjangan. Suatu hari istrinya berpakaian kabung berwarna hitam. Merasa heran, maka Luther bertanya kepada istrinya: “Siapa yang meninggal, sehingga kamu berpakaian kabung seperti itu?” Istrinya menjawab: “Allah” Luther sangat terkejut, karena ia pasti menganggap istrinya bercanda. Luther adalah seorang theolog besar, mana mungkin tidak tahu tentang Allah, tentu dia merasa aneh ketika istrinya berkata Allah meninggal.

Dengan rasa penasaran Luther bertanya kepada istrinya “apa maksudmu tentang Allah meninggal dan kamu berkabung?” Istrinya menjawab: “Yang kumaksud adalah caramu menjalani hidup saat ini, itu telah menjadikan Allah meninggal” Baru Luther menyadari, bahwa cara hidupnya yang kuatir, putus asa dan tidak punya pengharapan berkepanjangan adalah seolah menggambarkan bahwa Allah yang dipercayainya itu mati dan tidak lagi sanggup melindungi dan memeliharanya. Maka saat itu juga Luther mengubah penampilannya yang murung menjadi penuh rasa syukur, apapun keadaannya.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

1.      Apa yang saudara pahami dengan pernyataan-pernyataan pemazmur mulai ayat. 6-9?

2.      Apa yang saudara pahami dengan status TUHAN itu Raja, Allahmu, ya Sion turun-temurun?

Renungan:

Cacatan pemazmur bahwa Allah yang menjadikan langit dan Bumi, laut dan segala isinya yang tetap setia untuk selama-lamanya (6) adalah menunjukkan kemahakuasaan Allah sebagai Sang Pencipta satu-satunya yang tidak pernah berubah. Bahkan karya Allah memenuhi kebutuhan, keadilan, pemelihara segala golongan yang lemah yang diabaikan manusia serta membela mereka yang lemah (7-9) adalah ingin menunjukkan bahwa Allah yang sama juga setia dalam kesetiaan dan pemeliharaan-Nya bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Tetapi terkadang cara kehidupan dan kelakuan kita dalam menjalani kehidupan ini seolah menunjukkan bahwa Allah itu sudah mati, dalam arti kesetiaan dan pemeliharaan-Nya sudah berakhir dalam hidup kita karena masalah yang kita hadapi. Banyak orang percaya Yesus ketika jatuh dalam dosa, ketika dilanda kesusahan dan ketika dikecewakan oleh situasi dan kondisi, mereka akan berlama-lama larut dalam kondisi tersebut. Bahkan seakan sudah tidak ada Allah dalam hidup mereka. Kita bisa melihat bahwa sebagian tokoh-tokoh Alkitab mengalami kesulitan dan pergumulan dalam hidup mereka, tetapi setiap kali kita membaca kesaksian mereka, kita selalu bisa mendapatkan kekuatan dari apa yang mereka alami. Karena mereka tahu bahwa Allah itu masih hidup dan tetap hidup. Dengan demikian kesetiaan dan pemeliharaan-Nya tatap masih ada untuk selama-lamanya.

Tuhan itu Raja, Allahmu turun-temurun menunjukkan bahwa Allah kita tidak pernah berakhir, tidak pernah berlalu dan tidak pernah mati dalam karya pemeliharaan dan kesetiaan-Nya kepada kita. Bukankah ini yang harus menjadi keyakinan kita yang mempercayai-Nya? Maka janganlah kita berlaku seolah Tuhan itu mati ketika kita mengalami kesulitan, tetapi hidupkanlah Allah dalam keseharian kita, dengan mengucap syukur dalam segala keadaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*