suplemenGKI.com

Kamis, 9 April 2020

08/04/2020

KASIH SETIA YANG KEKAL

Yeremia 31:1-6

 

Pengantar
Setiap orang tua pasti pernah marah atau kecewa ketika anak-anaknya melakukan sebuah kesalahan. Padahal jauh sebelum sang anak melakukan pelanggaran atau kesalahan, orangtua telah mengingatkan anaknya untuk tetap melakukan sesuatu yang baik dan bertindak dengan hati-hati. Apakah ketika sang anak melakukan suatu kesalahan, maka orang tua tidak mengasihinya lagi? Tentu tidak! Meskipun mengalami kekecewaan, kasih orangtua kepada anak tidak akan pupus. Ilustrasi ini turut mengingatkan kita akan kasih setia Tuhan kepada umat-Nya yang telah berulang kali memberontak, namun kasih setia Tuhan tetap ada bersama dengan mereka. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 1             : Bagaimanakah status hubungan umat Israel dengan Allah?
  • Ayat 2-3         : Apa yang Israel dapatkan dari Allah ketika berada di padang gurun?
  • Ayat 4-6         : Janji apakah yang Allah berikan kepada Israel?

Israel memiliki status yang istimewa dengan Allah, yakni umat pilihan dan Allah adalah Allah segala kaum keluarga Israel (lihat kata “Aku” pada ayat 1 menunjuk pada diri Allah). Dengan status sebagai umat pilihan Allah, maka Israel mendapatkan kasih karunia yang berlimpah. Namun sungguh amat disayangkan. Kebaikan Allah disia-siakan dan mereka melalukan dosa di hadapan Tuhan. Hal ini mengakibatkan mereka harus mengalami masa pembuangan di Babel. Sekalipun mereka dalam keterpurukan, Allah berupaya untuk meyakinkan kasih setia-Nya kepada mereka. Allah mengingatkan Israel akan tuntunan-Nya pada nenek moyang mereka ketika keluar dari tanah Mesir, lalu berada di padang gurun selama kurang lebih 40 tahun lamanya, serta ketika menghadapi ancaman dari musuh. Apapun yang terjadi pada nenek moyang mereka, sekalipun mereka berubah tidak setia, kasih karunia Tuhan tetap bersama Israel (ayat 3). Oleh karena itulah, kasih Allah yang kekal kepada nenek moyang Israel, akan dilanjutkan turun temurun (ayat 4).

Dalam kasih yang kekal itulah, Allah berjanji akan memulihkan Israel. Allah akan kembali membentuk Israel menjadi sebuah bangsa yang tak tercerai berai dengan seluruh masing-masing keluarga dapat bersatu kembali dan memberikan tempat kediaman yang akan membuat mereka bersukacita di negeri sendiri (ayat 4-5). Sebutan ‘anak dara Israel’ memberikan gambaran utuh bahwa pembaharuan yang dilakukan Allah memulihkan mereka seperti seorang anak dara. Dengan bersatunya umat Israel, maka Tuhan juga memberikan pemulihan dari segi spiritualitas. Israel dan kaum keluarganya diperkenankan untuk menghadap dan menyembah Tuhan ke bukit Sion, tempat di mana Bait Allah menjadi simbol kehadiran Allah dalam diri umat-Nya (ayat 6).

Refleksi
Tuhan telah berjanji untuk mengasihi kita dengan kasih-Nya yang kekal. Akan tetapi yang menjadi persoalan adalah kehidupan kita yang seringkali membuat hati Tuhan kecewa, dengan terus menerus melakukan dan mengulang kesalahan yang sama. Bukankah hal itu adalah suatu sikap dan tindakan yang tak menghargai kasih karunia Tuhan? Marilah membuka hati untuk tetap setia dan berharap kepada Tuhan.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku bertindak sesuka hatiku. Ajarku untuk menghargai kasih setia-Mu dengan memberikan hidup dipimpin oleh-Mu .

Tindakanku
Aku akan belajar membagikan kasih kekal dan pengampunan-Mu atas hidupku kepada salah seorang tetangga atau rekan kerjaku, sehingga mereka turut menyaksikan dan merasakan kasih-Mu yang kekal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«