suplemenGKI.com

Kamis, 9 April 2015

08/04/2015

I Yohanes 1:1-10

BERBAGI TERANG

 

PENGANTAR
Apa pendapat saudara  bila ada seseorang yang mematikan lampu ketika gelap;  sebaliknya justru menyalakannya ketika terang?  Sia-sia bukan.  Syukur, Allah memanggil kita bukan untuk melakukan sesuatu yang sia-sia.  Melalui bacaan hari ini kita diajak memahami bahwa Allah memanggil kita untuk menjadi terang dan berkat bagi sesama.

 PEMAHAMAN
Ayat 1: Apa yang Yohanes sampaikan di bagian ini, khususnya tentang Allah?
Ayat 2-3: Apa yang Yohanes lakukan terkait dengan berita Firman Hidup?
Ayat 4: Apa tujuan Yohanes menyampaikan berita tersebut?

Pernahkah saudara bersaksi tentang kasih Allah?

Apa tantangan yang saudara hadapi ketika bersaksi tentang kasih Allah?

Aneh dan sia-sia bukan bila ada seseorang yang dengan segaja menyembuyikan terang justru ketika terang dibutuhkan.  Bila hal itu benar-benar terjadi, pertanyaannya adalah apakah mungkin terang dapat disembunyikan?  Bukankah hakekat dan fungsi terang selalu menerangi sehingga yang tersembunyi menjadi tampak jelas.  Terang tidak bisa disembunyikan.  Terang pada hakekatnya selalu membuka fakta dan menceritakan apa yang tersembunyi, sehingga semuanya menjadi terang benderang.  Terang tidak bisa hadir bersama-sama dengan keadaan yang berbanding terbalik dengan dirinya, gelap.  Hanya ada satu kondisi yang terjadi, terang atau gelap.  Terang selalu mampu mengatasi kegelapan.  Bahkan terang tidak bisa menyembunyikan dirinya.

Hakekat terang seperti itulah yang dipahami rasul Yohanes dalam bacaan kita hari ini, “Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan” (ayat 5).  Itu sebabnya, orang yang hidup dalam terang senantiasa memancarkan dan menceritakan ulang tentang terang itu, sama seperti yang disaksikan Yohanes, “apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepadamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami” (ayat 3).  Selain itu, dengan tegas Yohanes juga mempersoalkan adanya potensi sikap hidup yang tidak konsisten, “jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran” (ayat 6).  Bagi Yohanes, terang adalah terang.  Lebih dari pada itu bukanlah terang.  Indikatornya jelas, bahwa seseorang yang mengaku hidup dalam terang, maka dia akan “beroleh persekutuan seorang dengan yang lain” (ayat 7).

Pemahaman Yohanes tentang terang, sekaligus juga menjadi panggilan hidup setiap kita.  Dipanggil ke dalam terang supaya mengalami terang dan kemudian diutus untuk hidup di dalam terang.  Mari kita meresponinya dengan cara menjalani hidup sebagai terang yang mau berbagi terang dalam Kristus kepada sesama kita.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Terang hanya berbuahkan sikap hidup yang menjadi terang.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar aku mampu menjadi terang yang menerangi sekelilingku.  Aku mau menjaga terang di dalamku, sehingga dimanapun aku ada, aku tetap menjadi terang.

TINDAKANKU   
Hari ini aku mau menjadi terang di …………….  khususnya bagi ………………….. dengan cara …………………  Dan aku berusaha untuk terus menjadi terang!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*