suplemenGKI.com

Efesus 4:25-32

Bersedia Menjadi Manusia Baru Berkarakter Kristus
Apa yang terbersit dalam pikiran kita ketika mendengar orang berkata ‘ini barang baru!”.  Pasti ada yang berpikir barang itu bersih, tidak ada noda dan warna belum pudar.  Atau ada yang berpikir barang itu masih bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan masih bisa dipakai untuk menghasilkan sesuatu yang bagus.  Dan masih banyak lagi yang bisa terpikirkan.  Apa yang terbersit dalam pikiran saudara?  Tentu pikiran yang tertulis diatas menunjukkan memang itulah seharusnya kondisi ‘barang/sesuatu yang baru’.  Bagaimana kalau hal itu dikontekskan dalam Efesus 4:17-32 yang berbicara tentang manusia baru.

Tentu ada perbedaannya.  Barang baru tentu harusnya belum pernah mengalami kerusakan.  Manusia baru disini justru memperlihatkan bagaimana seseorang dulu telah rusak oleh dosa, penuh noda dan cela dan tidak berharga lagi.  Tetapi karena penebusan Kristus maka manusia lama itu menjadi berharga kembali.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa maksud manusia baru? (baca ayat 17)
  2. Bagaimana seharusnya keadaan manusia baru di dalam Tuhan yang disebutkan dalam ayat 25-32?
  3. Bagaimana supaya bisa menjadi manusia baru?
  4. Apakah saudara bersedia menjadi manusia baru di dalam Tuhan?

 

RENUNGAN

Dalam Efesus 4:17-32 ini Paulus dengan jelas dan terinci menuliskan tentang bagaimana menjadi manusia baru dan bagaimana seharusnya keadaan manusia baru di dalam Tuhan.  Ayat 17b mengatakan ‘jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah’.  Hal itu berarti bahwa manusia baru menunjuk pada kehidupan seseorang yang dulu tidak mengenal Allah tetapi sekarang sudah mengenal Allah.  Dan pengenalan akan Allah itu hanya dimungkinkan adanya karya Allah yang terlebih dulu mengenalkan Diri-Nya kepada manusia.  Bukan oleh karena manusia yang memiliki kekuatan atau kemampuan untuk mengenal Allah.  Pengenalan akan Allah membawa manusia mengerti karya penebusan Kristus bagi dosa-dosanya dan pengharapan akan hidup kekal.

Manusia baru yang sudah mengenal Allah seharusnya membuktikan hidupnya memiliki karakter seperti Dia.  Oleh sebab itu dalam bagian ini Paulus dengan jelas dan terinci menyebutkan bagaimana seharusnya hidup sebagai manusia baru.  Dalam ayat 25-32 ini ada beberapa hal yang disebutkan: 1). Membuang kebiasaan dusta (bohong) dan mengatakan yang benar, 2). Mengelola kemarahan (tidak boleh emosi, jangan sampai membawa kepada perbuatan dosa, tidak terus disimpan dan menjadi dendam), 3). Tidak mencuri tetapi setiap orang harus bekerja keras dan menggunakan tangannya untuk melakukan pekerjaan yang baik, 4). Mengatakan yang baik dan membangun orang lain bukan perkataan yang kotor, 5). Tidak mendukakan Roh Kudus melalui hal-hal seperti kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah dan segala kejahatan, 6). Hidup dengan ramah, saling mengasihi dan mengampuni.  Teladan utama adalah Kristus.  Apakah sebagai manusia kita bisa sekaligus melakukan semua itu?  Tentu tidak!  Membutuhkan proses.  Namun yang harus ada dalam hidup setiap manusia baru adalah kemauan (kesediaan) untuk berproses.  Mau berproses mengenal Allah dan  berproses memiliki karakter seperti Kristus.

Setiap kita yang sudah mengenal Kristus sudah menjadi manusia baru.  Mari kita bersedia berproses menjadi manusia baru yang memiliki karakter seperti Kristus.  Yang terpenting adalah MAU maka pasti BISA!  Dimulai dari sekarang!

 Kemauan berproses menjadi manusia baru yang berkarakter Kristus merupakan hal yang penting dalam hidup orang percaya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*