suplemenGKI.com

SAAT MERASA BERJUANG SENDIRIAN

I Raja-raja 19:9-18

 

Pengantar
Pernahkah Saudara merasa berjuang sendirian dalam hidup ini? Saat kita merasa berjuang sendirian di tengah banyaknya kesulitan dan persoalan kehidupan maka akan membuat kita mudah merasa lelah dan patah semangat. Bila demikian, apakah yang perlu kita lakukan untuk melanjutkan perjuangan kehidupan sebagai orang beriman? Marilah kita mendulang makna dari bacaan Alkitab hari ini!

Pemahaman

  • Ayat 9-14 : Bagaimanakah pandangan Saudara terhadap jawaban Elia atas pertanyaan dari TUHAN? Menurut Saudara apa yang sebenarnya sedang dirasakan Elia?
  • Ayat 15- 18 : Apakah tugas yang diberikan ALLAH kepada Elia?

Bacaan Alkitab hari ini mengisahkan Elia yang sedang dalam pelarian dari kejaran pasukan Izebel.  Sesungguhnya Elia sedang berada dalam kondisi yang lelah fisik dan mental. Di bagian sebelumnya kita juga membaca Elia putus asa (ayat 4 ) dan kelaparan hingga ALLAH melalui malaikatnya memberi Elia makanan dan minuman ( ayat 5-8 ). Kondisi yang dihadapi Elia tidaklah mudah sebab sebelumnya dia penuh kuasa ALLAH hingga mampu mengalahkan nabi-nabi Baal. Akan tetapi sekarang dia berada dalam krisis.  Di tengah keputusasaan dalam pelarian dia merasa seolah TUHAN meninggalkannya padahal dia telah bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN.

Apakah benar Elia dibiarkan berjuang sendirian dalam pelariannya? Tentu tidak, sebab  ayat 5-8 jelas menegaskan bahwa ALLAH bersama Elia hingga tahu kebutuhan Elia. Elia lapar dan ALLAH-pun menyediakan makan buat Elia. Hanya  karena Elia sedang mengalami krisis, lelah fisik dan mental, maka dia menjadi kurang peka akan kehadiran ALLAH. Di tengah kelelahannya, Elia diajak untuk menyadari bahwa kehadiran ALLAH tidak selalu dalam bentuk spektakuler. Elia melihat dan merasakan angin besar dan kuat serta gempa bumi tapi tak merasakan ada ALLAH disana. Elia dapat merasakan kehadiran ALLAH justru melalui angin sepoi-sepoi.

Dalam kondisi yang lelah di tengah krisis, biasanya konsentrasi kita tertuju pada persoalan hingga mengasihani diri sendiri, merasa berjuang sendiri dan  menjadi kurang peka akan kehadiran ALLAH. Akibatnya keputusasaan melanda.  Akan tetapi  TUHAN mengingatkan Elia dan kita semua bahwa sesungguhnya DIA adalah ALLAH yang peduli dan selalu menyertai. ALLAH hadir dengan cara spektakuler saat Elia di medan pertempuran melawan nabi-nabi Baal namun ALLAH  juga hadir dengan cara yang lembut saat Elia dalam kondisi lemah dan lelah. ALLAH pun hadir dalam keheningan dipadang gurun dan goa persembunyian. Elia tidak pernah dibiarkan berjuang sendirian. ALLAH memulihkan kekuatan fisik dan mental serta kondisi spiritual Elia hingga siap kembali untuk diutus berkarya menyatakan kehadiran, kasih dan kuasa TUHAN di tengah kehidupan umat-Nya. Kisah pergumulan Elia ini mengingatkan kita bahwa sesungguhnya kita tak pernah dibiarkan ALLAH berjuang sendirian. Teruslah mengasah kepekaan rohani untuk merasakan kehadiran ALLAH agar terus segar  dan tegar di tengah kehidupan yang sukar.

Refleksi:
Dalam keheningan, ingatlah apakah yang Saudara lakukan agar tidak merasa sendirian berjuang dalam hidup ini melainkan selalu merasakan kehadiran TUHAN yang menyertai? Apakah Saudara selalu mengawali hari dengan berdoa untuk memohon penyertaan TUHAN? Apakah Saudara selalu menutup hari dengan mensyukuri penyertaan TUHAN di sepanjang hari? 

Tekadku
Ya TUHAN mampukanlah aku untuk semakin dekat dengan-Mu agar aku pun semakin peka merasakan kehadiran-Mu.

Tindakanku
Aku akan selalu menyediakan waktu di pagi dan malam hari untuk berkomunikasi dengan TUHAN dalam doa dan merenungkan Firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«