suplemenGKI.com

PENGHARAPAN SEJATI

Mazmur 146:5-10

 

Pengantar
Ada seorang ibu yang meminta tolong kepada teman akrabnya untuk membuatkan baju bagi anaknya yang akan berulang tahun. Temannya pun berjanji akan memberikan potongan harga 50% dari harga yang seharusnya dan akan membuatkan baju tambahan sebagai kado ulang tahun. Selang beberapa waktu kemudian, ibu ini pun mendapat kabar kalau baju untuk anaknya telah jadi dan bisa diambil. Ketika ibu ini ke rumah temannya untuk mengambil baju, ia sangat kaget. Biaya jahit sangat mahal, tidak seperti yang dijanjikan di awal. Ibu ini pun berusaha untuk meminta penjelasan dari temannya tersebut, tetapi jawaban yang diberikan pun beragam. Bahkan baju tambahan sebagai kado ulang tahun pun tak dibuatkan. Ibu ini pun merasa kecewa dengan teman akrabnya tersebut. Saudara, berharap pada manusia akan mengalami kekecewaan. Namun dengan berharap pada Tuhan, kita dapat tersenyum manis melihat segala kebaikan yang diberikan pada kita.

Pemahaman

  • Ayat 5             : Apa yang terjadi jika seseorang menaruh harapannya kepada Tuhan?
  • Ayat 6-9         : Mengapa pemazmur mengajak kita untuk berharap hanya pada Tuhan?

Bagian yang menjadi perenungan hari ini merupakan lanjutan dari ayat-ayat sebelumnya. Di ayat 1-4 pemazmur berkomitmen untuk memuliakan Tuhan selagi ia ada dan mengingatkan kepada kita untuk tidak berharap kepada manusia. Lebih lanjut pemazmur mengatakan bahwa orang yang menjadikan Tuhan sebagai penolong dan pengharapannya akan benar-benar BERBAHAGIA (ayat 5). Orang-orang yang berharap hanya pada Tuhan akan berbahagia karena berkat penyertaan Allah itu senantiasa melingkupinya. Pemazmur mengajak kita untuk berharap hanya pada Tuhan bukan tanpa alasan. Ia mengajak kita untuk mengingat kembali akan karya Allah menjadikan langit dan bumi beserta segala isinya. Bahkan ketika Allah menciptakan, maka Ia tidak pernah meninggalkan umat ciptaan-Nya (ayat 6). Allah berkuasa dalam diri-Nya, dan terhadap segala makhluk. Semua yang berasal dari pada-Nya akan bergantung kepada-Nya. Kesetiaan-Nya dibuktikan dengan lengan-Nya yang tak kurang panjang untuk menyelamatkan. Ia adil dan berbelas kasih pada orang yang tertindas; memberi makan orang yang lapar yang merupakan bukti pemeliharaan pada umat ciptaan-Nya; menjamah dan memulihkan setiap manusia dari dosa, penyakit, penderitaan (ayat 7-9). Melalui bacaan hari ini, kita diingatkan bahwa Tuhan adalah Raja yang berdaulat atas seluruh ciptaan-Nya. Pengharapan yang sejati hanya berasal dari Dia. Ketika manusia atau orang-orang disekitar memberikan pertolongan yang semu, tetapi tidak dengan Tuhan. Kesetiaan-Nya sungguh tak tergoyahkan dan perlindungan-Nya sangat nyata.

Refleksi
Kepada siapakah saudara berharap ketika menghadapi pergumulan hidup? Kepada Tuhan-kah, atau kecerdasan manusia-kah? Apa yang membuat saudara tidak bisa melepaskan pengharapan pada manusia? Berharap kepada Tuhan adalah bukti kehidupan orang beriman. Orang yang berharap pada Tuhan, akan mempercayakan seluruh hidupnya dalam genggaman Allah.

Tekadku
Ya Tuhan, ampuni bila selama ini aku lebih sering mengandalkan sesamaku. Ajar aku untuk tetap tertuju hanya pada-Mu.

Tindakanku
Hari ini aku akan memberikan pengampunan bagi orang-orang yang telah mengecewakanku dan mau melibatkan Tuhan dalam setiap pergumulanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«